GUNUNG Bulu'Baria adalah salah satu puncak dari pegunungan Lompobattang. Gunung Lompobattang adalah jejeran pegunungan yang memiliki beberapa puncak.
Puncak tertinggi dari pegunungan Lompobattang itu adalah pos 12 Ko'Bang. Lompobattang berarti dari 2 kata lompo yang artinya besar dan battang yang artinya besar jadi arti kata dari Lompobattang adalah besar perut.
Gunung Bawakaraeng adalah gunung adat yang ada di Sulawesi Selatan, Gunung Bawakaraeng biasa dijadikan tempat untuk salat Iduladha bagi umat muslim.
Mereka meyakini bahwa dengan Salat Iduladha di Gunung Bawakaraeng dapat mengabulkan doa-doa mereka.
Bawakaraeng juga terbagi jadi dua arti kata yaitu bawa (mulut), dan karaeng (Raja/Tuhan). Jadi arti kata Bawakaraeng adalah mulut Tuhan.
Gunung Bulu'Baria, Gunung Lompobattang, dan Gunung Bawakaraeng itu termasuk di sebagian wilayah kawasan Taman Wisata Alam dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Selatan.
3 Gunung Inipun merupakan pegunungan api purba yang ada di Sulawesi Selatan, tapi sudah beribu tahun tidak aktif.
Di usia yang mendekati setengah abad, semangat Imelda, seorang pendaki senior asal Berau, Kalimantan Timur, tak pernah padam.
Sejak mendalami dunia pendakian di bangku SMA pada tahun 1992, Imelda telah menjelajahi berbagai medan dengan bekal fisik dan perlengkapan yang selalu prima.
Namun, ekspedisi lintas tiga puncak Sulawesi kali ini adalah tantangan yang berbeda, membutuhkan lebih dari sekadar persiapan fisik – butuh mental ekstra.
Apalagi karena belum ada pendaki wanita dari trip organizer yang berhasil menembus Lembah Lohe sebelumnya.
Jalur yang curam dan terjal, hutan tak tersentuh dengan pacet dan nyamuknya, semua menjadi rintangan ekstrem yang harus ditaklukkan.
Namun, rintangan itu berhasil ditaklukkan! Bersama timnya, Imelda sukses menjejakkan kaki di Lembah Lohe.
Menjadikannya perempuan pertama yang berhasil menuntaskan ekspedisi lintas tiga puncak Sulawesi.
Sebuah pencapaian luar biasa yang tak hanya mengukir sejarah, tetapi juga membawa misi mulia.
Pendakian lintas tiga gunung Sulawesi selama tujuh hari ini memang sejak awal didedikasikan oleh Imelda untuk menyemangati anak-anak pejuang kanker di Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) Surabaya.
Melalui setiap langkah, setiap tanjakan, dan setiap rintangan yang dilewati, Imelda berharap jejaknya dapat menginspirasi pendaki lain untuk tidak hanya mengejar puncak ketinggian.
Tetapi juga menjadi sumber semangat bagi pejuang kanker anak-anak di seluruh Indonesia.
Perjalanan dimulai dari Dusun Pattiro, Desa Manimbahoi, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan.
"Setiap harinya, kami menjelajah hutan selama 8-9 jam, melintasi jalur yang didominasi akar, tanah, batu, lumut, dan tebing curam," tutur Imelda.
Camp pertama dirikan di Pos 8 Bulubaria. Malam kedua, kami beristirahat di Pos 12 Lompobattang (Ko'bang). Selanjutnya, camp ketiga di Lembah Kharisma, camp keempat di Pos 11 Bawakaraeng, camp kelima di Lembah Ramma, dan camp terakhir yang paling dinanti, di Lembah Lohe.
Dalam pendakia ini, Imelda dan tim berhasil menaklukkan tiga puncak (Bulubaria, Lompobattang, Bawakaraeng), melewati tiga lembah (Lembah Kharisma, Lembah Ramma, Lembah Lohe), menjelajahi dua danau (Danau Slank, Danau Tanralili), dan menyeberangi satu sungai (Sungai Jene'Berang).
Setelah tujuh hari enam malam yang penuh tantangan dan makna, titik finish pendakian berakhir di Dusun Bawakaraeng, Desa Manimbahoi, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan.
Kisah perjalanan Imelda adalah bukti nyata bahwa usia hanyalah angka, dan semangat yang membara dapat menembus batas-batas kemampuan. Sebuah inspirasi tak terlupakan bagi kita semua.
Expeditor = Imelda Anggraini instagram: @imelda_huang1
Trip Organizer : Mount Sulawesi /@ahmaddaniyal_dandi
Guide : Ahmad Daniyal
Porter Team 1 : Andi Maddusila Sakti Nuhra ( Chef )
Porter Team 2 : Andika Efendi ( Logistik )
Porter Pribadi : Muh Yusril Sudarmin ( Barang Pribadi Peserta )
Dokumentasi : Andi Nurwidyana
Team Support : Faiz Al Musyaffa
Sweeper : Andri Wiratama