Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Kunjungan Gubernur dan Wagub Kaltim ke Politeknik Sinar Mas dan Berau Cocoa: Cokelat Berau Bisa Jadi Unggulan Kaltim

Beraupost • Kamis, 17 Juli 2025 | 12:10 WIB

 

KUNJUNGI POLITEKNIK: Gubernur Kaltim Rudy Mas
KUNJUNGI POLITEKNIK: Gubernur Kaltim Rudy Mas

Komitmen PT Berau Coal dalam mendorong kemajuan masyarakat sekitar wilayah operasionalnya kembali mendapat sorotan positif.

Tanjung Redeb

Dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Berau, Rabu (16/7), Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menyempatkan diri melihat langsung dua program unggulan PT Berau Coal, yakni Politeknik Sinar Mas Berau Coal dan Pabrik Pengolahan Berau Cocoa.

Keduanya merupakan bagian dari Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Berau Coal yang difokuskan di bidang pendidikan dan ekonomi.

Dalam kunjungannya, Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud didampingi Anggota Komisi VI DPR RI, Sarifah Suraidah, beserta Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltim, Sri Wahyuni, serta Bupati Berau Sri Juniarsih.

Rudy menilai langkah perusahaan dalam mendukung peningkatan sumber daya manusia dan penguatan ekonomi lokal patut diapresiasi.

“Saya mengapresiasi peran dunia usaha seperti Berau Coal yang memperhatikan pengembangan SDM dan ekonomi masyarakat. Ini yang kita harapkan dari perusahaan yang beroperasi di Kalimantan Timur,” ujarnya kemarin (16/7).

Di sela-sela kunjungan ke Pabrik Pengolahan Berau Cocoa, Rudy Mas'ud juga berkesempatan mencicipi produk cokelat hasil olahan petani lokal. Ia memberikan pujian atas kualitas dan rasa cokelat tersebut.

“Cokelat dari Berau Cocoa rasanya enak dan punya kualitas tinggi. Ini bisa jadi produk unggulan Kalimantan Timur,” ucapnya.

Ia pun menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah dan sektor swasta dalam mendorong pembangunan daerah.

Menurutnya, kolaborasi yang baik antara PT Berau Coal dengan Pemprov Kaltim khususnya dengan Pemkab Berau, perlu terus dijaga.

Sinergi yang kuat diyakini dapat mempercepat pencapaian tujuan bersama, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Kami optimistis jika seluruh pihak berjalan searah, dampaknya akan semakin nyata dan langsung dirasakan oleh masyarakat," ungkapnya.

Sementara Direktur Operasional & HSE PT Berau Coal, Arief Wiedhartono, menjelaskan, saat ini perusahaan memfokuskan pelaksanaan PPM pada dua sektor utama, yakni pendidikan dan ekonomi.

Menurutnya, infrastruktur dasar seperti air, listrik, jalan, dan layanan kesehatan sudah lebih dulu dijalankan dan mulai stabil. Karena itu, program kini diarahkan untuk mendorong kemandirian masyarakat.

“Untuk membangun kemandirian, kuncinya ada di pendidikan dan ekonomi. Politeknik Sinar Mas kami siapkan untuk mencetak generasi muda yang punya keterampilan. Di samping itu, kami juga siapkan pelatihan agar bisa siap kerja,” terangnya.

Untuk bidang pendidikan, PT Berau Coal membuka akses pendidikan formal vokasi melalui politeknik, sekaligus menggelar pelatihan berbasis keterampilan sesuai dengan kebutuhan industri.

Program ini diharapkan bisa menciptakan tenaga kerja lokal yang kompeten.

Sementara di sektor ekonomi, perusahaan mengembangkan Pabrik Pengolahan Berau Cocoa sebagai pusat pengolahan hasil pertanian, khususnya kakao, dari masyarakat sekitar.

Program ini menyasar petani lokal dan pelaku UMKM yang ingin masuk ke rantai produksi kakao bernilai tambah.

“Potensi lahan kakao yang sudah kami garap bersama masyarakat mencapai 1.000 hektare. Kami ingin program ini bisa terus berkembang dan memberi manfaat nyata, bukan hanya di sekitar tambang, tapi juga kampung-kampung lainnya di Berau,” katanya.

Adapun targetnya yakni memperluas jangkauan penerima manfaat, baik dari sektor pendidikan maupun ekonomi.

PT Berau Coal berharap dapat terus berkontribusi terhadap pembangunan daerah dan kesejahteraan warga di Kabupaten Berau.

“InsyaAllah program ini bisa menjadi kegiatan ekonomi yang berkelanjutan,” harapnya. (aja/adv/sam)

Editor : Nurismi
#PT Berau Coal #pendiidkan #gubernur kalimantan timur #Rudy Mas ud #ekonomi