TANJUNG REDEB - PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), terus memberikan gebrakan bagi perkembangan sumber daya manusia (SDM) di Berau.
Baru-baru ini, perusahaan yang bergerak di bidang batu bara itu, menggelar pelatihan Basic Operator (BO) bagi para generasi muda. Program ini tentu akan mencetak puluhan tenaga operator bersertifikat nasional.
Program basic operator atau pelatihan operator alat berat ini dibuka pada Selasa (3/2), di aula Markas Komando Distrik Militer (Kodim) 0902 BRU di Tanjung Redeb.
Sebanyak 39 pemuda dari sekitar wilayah lingkar tambang BUMA Lati Mining Operation maupun anak karyawan aktif BUMA, menjadi peserta pelatihan BO.
Business Support Manager BUMA Lati, Richardo Silalahi, dalam pembukaan acara tersebut menjelaskan, program ini sebagai bentuk legacy perusahaan dalam mengurangi pengangguran.
Basic operator, sebut Richardo, mempersiapkan pemuda lingkar tambang, yang sebelumnya dipilih melalui komunikasi dan koordinasi yang berkelanjutan dengan pemerintah kampung-kampung di lingkar tambang di wilayah operasional BUMA Lati.
Komunikasi dan koordinasi itu disebut menciptakan sinergitas dan multistakeholder yang baik bagi program ini.
“Sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat, program ini memprioritaskan peserta yang merupakan generasi penerus keluarga. Jadi, para peserta basic operator adalah mereka yang merupakan tulang punggung keluarga,” terangnya.
Melalui program ini pula, peserta akan memperoleh sertifikasi profesi BNSP dari pelatihan dan praktik industri.
Sertifikasi itu akan menjadi bekal para peserta yang nantinya bisa digunakan untuk mendapatkan pekerjaan di industri yang sama meskipun di perusahaan yang berbeda. Sehingga tidak hanya bergantung kepada BUMA Lati.
Richardo menambahkan, target dan tujuan program, selain bekal keterampilan sebagai tenaga kerja di sektor industri pertambangan, 39 peserta ini memiliki kompetensi lewat in class training.
Selanjutnya, tercipta kemandirian peserta dalam memanfaatkan keterampilan dan sertifikasi tersebut, sebagai peluang pekerjaan di perusahaan industri pertambangan.
“Pada akhirnya, pemuda lokal di sekitar area tambang pun dapat bersaing di pasar kerja,” sambungnya.
Tahapan pelatihan ini dimulai sejak perekrutan peserta pada Oktober 2024 lalu, sampai pembukaan pada akhir Desember 2024. Selanjutnya, pelatihan akan berisi pengenalan alat berat, pemeliharaan dasar, serta prosedur keselamatan dan kesehatan kerja.
Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Berau Muhammad Said, yang mewakili bupati Berau dalam pembukaan, mengapresiasi dan memberi penghargaan kepada BUMA.
Ia menilai bahwa BUMA merupakan satu dari antara perusahaan di Berau yang telah membantu pekerjaan pemerintah daerah. Sinergitas dan kolaborasi bersama BUMA disebut telah memberikan manfaat kepada masyarakat Berau.
“Tidak hanya program basic operator, BUMA bahkan telah memiliki outlet oleh-oleh di bandara. Ini memberikan ruang bagi istri karyawan di lingkar tambang untuk berkarya melalui peningkatan UMKM di Berau,” puji Muhammad Said, setelah menyematkan helm dan rompi kepada perwakilan peserta sebagai tanda dimulainya program ini.
Dalam pembukaan program basic operator tersebut, turut hadir Kepala Staf Kodim 0902 BRU yang mewakili Komandan Kodim 0902 BRU, kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Berau, pimpinan PT Berau Coal, Camat Gunung Tabur, Danramil Gunung Tabur, Kapolsek Gunung Tabur, dan seluruh lurah serta kepala kampung di Kecamatan Gunung Tabur. (***/hmd/udi)
Editor : Nurismi