Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

BUMA Lati Bantu Ekonomi Kreatif Kampung Melati Jaya

Muhammad Sholehudin Al Ayubi • Kamis, 14 November 2024 | 13:51 WIB
PELATIHAN: Manajemen  BUMA Lati, usai memberikan pelatihan membatik kepada ibu-ibu Kampung Melati Jaya. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan perekonomian warga.
PELATIHAN: Manajemen BUMA Lati, usai memberikan pelatihan membatik kepada ibu-ibu Kampung Melati Jaya. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan perekonomian warga.

GUNUNG TABUR – Saat ini, batik tidak hanya digandrungi oleho rangtua saja. Generasi milenial pun kini menjadi menggemari batik sebagai pakaianyang kerap digunakan sehari-hari. Baik acara formal maupun non formal. Kemajuan era membuat batik diolah dengan berbagai desain, tanpa meninggalkan keaslian bentuk batik tersebut.

Hal ini juga lah, yang membuat PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA) Jobsite Lati mengadakan pelatihan dan pendampingan untuk Kelompok Kulabatik Melati Jaya Batch 2. Pelatihan dan pendampingan ini diadakan di Kampung Melati Jaya.

PERHATIKAN: Manajemen BUMA Lati memperhatikan salah seorang warga yang menjelaskan motif batik penyu pada kain yang akan dipasarkan.
PERHATIKAN: Manajemen BUMA Lati memperhatikan salah seorang warga yang menjelaskan motif batik penyu pada kain yang akan dipasarkan.

Program yang dilaksanakan selama lima hari tersebut dimulai sejak Rabu (30/10) lalu. Selama delapan jam setiap harinya, pengurus Kelompok Kulabatik Kampung Melati Jaya belajar teknik gradasi warna. Setelah lima hari pelatihan, peserta mampu menghasilkan 22 batik dengan berbagai varian. Mulai batik cap, batik tulis, hingga batik campuran. Sebagai informasi, Kelompok Kulabatik Melati Jaya dibentuk pada 2023. Berdirinya kelompok ini tak lepas dari peran BUMA melalui program keberlanjutan pilar ekonomi yang sejalan dengan community based business. Kelompok ini telah menghasilkan 144 lembar batik dengan nilai ekonomi Rp 9.310.000.

Komunitas pembatik lokal Kampung Melati Jaya ini kemudian merasa perlu meningkatkan keahlian, terutama dalam gradasi warna. Business Support Manager BUMA Lati, Richardo Silalahi, berharap para peserta mampu menguasai teknik gradasi warna lewat pelatihan ini. Produksi karya batik lokal Melati Jaya yang sesuai kebutuhan pasar diharapkan juga meningkat.

Tidak lupa sambungnya, branding dan pemasaran produk melalui luar jaringan maupun dalam jaringan dapat dibangun. “Ada beberapa target dari pelatihan dan pendampingan ini. Contohnya memproduksi 100 buah batik lokal Melati Jaya yang dipasarkan offline maupun online,” sebut Richardo.

Target selanjutnya adalah, produk karya Kulabatik Melati Jaya terjual dengan nilai ekonomi kurang lebih Rp 10 juta. Ia menjelaskan, program ini tidak lepas dari kolaborasi BUMA Lati bersama Pemerintahan Kampung Melati Jaya. Pelatihan dan pendampingan Kelompok Kulabatik Melati Jaya ini berkelanjutan.

Dengan demikian, hasil kriya tersebut mampu memberikan dampak positif yang terukur dan memiliki nilai ekonomis. Adapun Sekretaris Camat Gunung Tabur, Rudianto, mengapresiasi perusahaan yang terus mendampingi kelompok pembatik di kecamatan tersebut. BUMA katanya, selalu menjadi yang terdepan dalam program pemberdayaan masyarakat di Gunung Tabur. BUMA sebelumnya juga menjadi salah satu yang berperan melahirkan industri kreatif Batik Maluang di Kampung Maluang.

“Kami berharap program-program pemberdayaan BUMA bisa terus bersinergi dengan program pemerintah kecamatan,” tutup Rudianto. (hmd/adv/sam)

 
Editor : Muhammad Sholehudin Al Ayubi
#BUMA #pelatihan #ekraf #Advertorial #batik