Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Catatan Batiwakkal

Tingkatkan Layanan di Bulan Pelanggaan, PLN Indonesia Power UBP Berau Dukung Akselerasi Renewable Energy dengan Uji Coba Co-Firing Pakai Sawd

Muhammad Sholehudin Al Ayubi • Sabtu, 14 September 2024 | 18:27 WIB
Photo
Photo

TELUK BAYUR - PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Berau melaksanakan uji coba co-firing dengan menggunakan sawdust untuk menyuplai energi listrik yang menopang sekitar 35 persen kebutuhan listrik di Kabupaten Berau, Kalimatan Timur.

Photo
Photo

Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) merupakan pembangkit listrik dengan menggunakan bahan bakar batu bara. Dengan perkembangan global dan meningkatkan pelayanan pelanggan nasional, PLN Indonesia Power UBP Berau terus berinovasi serta berupaya dalam menekan emisi.

Photo
Photo

Adalah komitmen PLN Indonesia Power UBP Berau dalam akselerasi renewable energy dan penerapan program Pemerintah Net Zero Emission (NZE) pada 2060 dapat tercapai dengan mengurangi emisi karbon pembangkit listrik. Salah satunya dengan penerapan co-firing.

Photo
Photo

Co-firing merupakan proses pembakaran bersama bahan bakar batu bara dengan bahan bakar biomassa seperti serbuk kayu (sawdust), sekam padi, atau limbah organik dalam PLTU untuk menghasilkan energi listrik.

Sumber biomassa berasal dari tanaman energi yang ditanam pada lahan kering atau dibudidayakan pada kawasan hutan tanaman energi. PLN Indonesia Power UBP Berau implementasikan co-firing biomassa menggunakan sawdust atau serbuk kayu sebagai bahan baku.

Ricky Rinaldi, Manager Unit PLN Indonesia Power UBP Berau memaparkan, PLTU Berau mendukung penuh transisi renewable energy. Sejak Tahun 2021, perusahaan telah melaksanakan uji coba co-firing sebesar 5 hingga 20 persen menggunakan biomassa cangkang sawit.

Kemudian, pada periode 2024 kembali melaksanakan uji coba co-firing dengan menggunakan biomassa sawdust sebesar 5-10 persen dari pemakaian bahan bakar untuk memproduksi energy listrik sebesar 1.600 Megawatt.

Harapannya dengan menjalin kerjasama dengan masyakat sekitar PLTU, yang berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Berau sekira 33.927 hektar hutan produksi terbatas yang diantaranya lahan kering dapat dimanfaatkan untuk menanam tanaman energi untuk mendukung Indonesia NZE Tahun 2060. (adv/ihk)

Editor : Muhammad Sholehudin Al Ayubi
#Penajam Paser Utara (PPU)