SAMBALIUNG - PT Pamapersada Nusantara Site Gurimbang bersama kepala dan aparatur Kampung Tanjung Perangat, Sambaliung berkolaborasi dalam menekan angka stunting di kampung tersebut.
Menurut CSR Officer Pama Site Gurimbang, Doni F Ramadhan, perhatian serius terhadap masalah stunting di kampung lingkar tambang sudah jauh hari dilakukan. PAMA juga telah melakukan program pemberian makan tambahan (PMT) bagi warga terdampak.
“Sudah dari tahun sebelumnya, kami komit untuk permasalahan ini,” tegasnya.
Doni mengatakan, PAMA berupaya membantu pemerintah dalam menekan angka stunting melalui anggaran Coorporate Social Responsibility (CSR) perusahaan. Langkah ini diharapkan mampu menurunkan angka stunting, khususnya daerah lingkar tambang perusahaan yang bergerak di bidang batu bara tersebut.
“Dengan PMT, kami harap bisa membantu dan tepat sasaran,” tuturnya.
Diketahui, stunting masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia, termasuk di Berau. “Kami tidak mau berpangku tangan. Dengan rembuk stunting ini. Diharapkan bisa menurunkan angka tersebut,” paparnya.
Di sisi lain, Doni menambahkan, rembuk stunting memiliki tujuan Berau zero stunting. Di mana, tidak ada lagi anak-anak usia 1000 hari mengalami masalah kesehatan. Peran perusahaan pun besar dalam membantu mengatasi permasalahan yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi Bumi Batiwakkal. “Ini masih menjadi PR bersama,” imbuhnya.
Terpisah, Kepala Kampung Tanjung Perangat, Bahrul mengatakan, peran PAMA selama ini sangat besar dalam membantu masyarakat terbebas dari stunting. Rembuk ini dilakukan untuk terus mencari solusi dan jalan keluar dari beberapa kasus stunting di kampung yang ia pimpin.
“Kami ucapkan terima kasih atas kepedulian PAMA kepada warga kami. PMT tentu sangat membantu,” katanya.
Menurut Bahrul, stunting bisa dicegah dengan memberikan pemahaman kepada ibu hamil hingga 1.000 hari kehidupan si bayi. Langkah ini juga telah dilakukan oleh PAMA.
“Kader posyandu juga kerap mendapat pelatihan. PMT langsung dipantau juga,” tutupnya. (hmd/adv/arp)