Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Program Intervensi Pencegahan Stunting Diganjar Penghargaan. BUMA Lati Pastikan Terus Berkontribusi untuk Berau.

Muhammad Sholehudin Al Ayubi • Kamis, 21 Maret 2024 | 11:55 WIB

BUMA Lati mendapatkan piagam penghargaan atas kontibusi aktif dalam intervensi pencegahan stunting di Kabupaten Berau yang selaras dengan pilar Kesehatan.  (DAYAT/BP)
BUMA Lati mendapatkan piagam penghargaan atas kontibusi aktif dalam intervensi pencegahan stunting di Kabupaten Berau yang selaras dengan pilar Kesehatan. (DAYAT/BP)


TANJUNG REDEB – Program pilot project Intervensi Pencegahan Stunting di Kampung Maluang, Kecamatan Gunung Tabur, dianggap sukses menekan angka stunting di kampung tersebut. Hal ini membuat PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA) Lati diganjar penghargaan.

Program intervensi pencegahan stunting berjalan dengan baik bekerjasama dengan Pemerintahan Kampung Maluang melalui Kader PKK, Puskesmas Gunung Tabur, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Berau, dan seluruh pihak yang terlibat selama 47 hari dalam pemenuhan PMT bagi anak yang beresiko stunting.

Keberhasilan program ini ditandai dengan 70 persen penerima manfaat program ini memiliki berat badan dan tinggi badan yang meningkat dan tidak ada penambahan kasus anak stunting di Kampung Maluang, serta membantu menurunkan angka kasus stunting yang awalnya 98 anak pada tahun 2023 menjadi 58 anak pada awal tahun 2024.

Dijelaskan Sunardi Gunawan Rajagukguk selaku Manager Business Support BUMA Lati, pihaknya akan terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Salah satunya dalam pencegahan kasus stunting. Dengan segala keberhasilan dan kekurangan di program intervensi pencegahan stunting tahun 2023 akan menjadi bahan evaluasi untuk selanjutnya dianalisa menjadi sebuah program berkelanjutan dalam intervensi pencegahan stunting di kampung lingkar tambang.

“Apa yang kami raih saat ini, kami jadikan pemecut semangat lebih baik ke depannya,” katanya.

Ia menambahkan, dengan pilot project ini tidak hanya mementingkan jumlah bantuannya saja tetapi memerhatikan tingkat kualitas program mengenai manfaat yang dihasilkan dan dampak yang dapat diukur. Ke depannya BUMA akan meningkatkan program intervensi pencegahan stunting ini baik dalam kuantitasnya maupun kualitasnya di dalam lingkungan kampung lingkar tambang.

Program intervensi pencegahan stunting di kampung lingkar tambang BUMA Lati tidak akan berjalan dengan baik tanpa kerjasama antar pihak diantaranya Pemerintahan Kampung Maluang, Puskesmas Gunung Tabur, serta seluruh stakhoder terakit.

“Kami juga haturkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kami,” katanya.

Penghargaan yang didapat oleh Manajemen BUMA Lati, menjadi pemecut semangat mereka, untuk terus berkontribusi bagi Bumi Batiwakkal.
Penghargaan yang didapat oleh Manajemen BUMA Lati, menjadi pemecut semangat mereka, untuk terus berkontribusi bagi Bumi Batiwakkal.

BUMA Lati berkomitmen untuk menerapkan program community development atau pemberdayaan masyarakat dengan pelibatan multi stakeholder yang aktif dan koordinasi yang bai kantar pihak untuk mencapai tujuan bersama.

“Wujud komitmen kami, kami berusaha lebih baik. Apa yang diraih saat ini, bisa dijadikan motivasi bagi kami,” tuturnya.

Terpisah, Wakil Bupati Berau Gamalis mengucapkan terima kasih atas inisiatif dan dedikasi PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA) dalam penanganan dan penurunan stunting di Kabupaten Berau. Diharapkan, sinergitas dan peran aktif untuk bergerak bersama dalam mencegah dan menurunkan stunting ini bisa terus dilaksanakan.

"Sebagai perpaduan menyatukan semua sumber daya yang ada mulai dari tahap perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, hingga pemantauan dan evaluasi," kata Gamalis.

Dirinya menekankan agar program ini tetap berjalan untuk membantu anak-anak yang stunting. Di mana tujuannya meningkatkan gizi anak-anak yang mempunyai masalah dalam tumbuh kembangnya. Diakui Gamalis berbagai program pihak ketiga lainnya sangat berpengaruh terhadap penanganan dan penurunan stunting di Kabupaten Berau.

"Terlebih program BUMA sangat menyentuh masyarakat karena langsung jemput bola ke kampung-kampung di lingkar tambang," terangnya.

Diharapkan kerjasama tahun lalu berhasil menurunkan angka stunting. Karena angka stunting di Berau tahun 2023 belum dirilis oleh Survei Kesehatan Indonesia (SKI). Ke depan diperlukan strategi inovasi untuk penanganan stunting.

Sementara itu, Kepala DPPKBP3A Berau, Rabbiatul Islamiah mengatakan, untuk peran perusahaan yakni BUMA Lati dalam menurunkan angka stunting ini luar biasa. Mereka memberikan pelayanan kepada masyarakat yang terdampak stunting, tetapi pihkanya juga minta laporan aslinya, jadi bisa saling bersinergi. Dikhawatirkan ada kendala, jika ada kendala bisa dirembukan bersama.

“Kami berharap perusahaan yang lain bisa juga mengikuti jejak peran perusahaan yang sudah berkontribusi kepada masalah stunting ini. Jangan hanya berpangku tangan,” tegasnya.


Ia menerangkan, akan ada revisi program di tahun ini. Dan kembali dirembukan bersama dengan perusahaan seperti PT Berau Coal, BUMA dan PAMA. Serta perusahaan lainnya.

“Kontribusi ini tentu memiliki peran penting bagi kemajuan suatu daerah. Peran penting perusahaan itu jelas,” tutupnya. (hmd)

Editor : Muhammad Sholehudin Al Ayubi
#BUMA #stunting #pemkab berau