Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

PT Berau Coal dan PT RPN Teken MoU Pengembangan Strategis Kakao di Berau

Muhammad Sholehudin Al Ayubi • Senin, 18 Maret 2024 | 04:23 WIB
FOTO BERSAMA: Jajaran PT Berau Coal dipimpin Direktur Operasional dan HSE Berau Coal Arief Wiedhartono foto bersama jajaran PT RPN dan Puslitkoka di Jember, Sabtu (16/3) lalu.
FOTO BERSAMA: Jajaran PT Berau Coal dipimpin Direktur Operasional dan HSE Berau Coal Arief Wiedhartono foto bersama jajaran PT RPN dan Puslitkoka di Jember, Sabtu (16/3) lalu.

JEMBER - PT Berau Coal bersama Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka), PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) terkait tindak lanjut pengembangan Kakao sebagai salah satu sektor unggulan di Kabupaten Berau di Jember, Jawa Timur pada Sabtu (16/2) lalu.

Momentum ini menjadi wujud komitmen PT Berau Coal dalam mengangkat potensi kakao serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di Kabupaten Berau. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Direktur Operasional & HSE PT Berau Coal, Arief Wiedhartono dan Direktur PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN), Iman Yani Harahap serta turut hadir juga beberapa jajaran manajemen dari PT Berau Coal, PT Riset Perkebunan Nusantara, dan Puslitkoka.

Adapun kegiatan pengembangan kakao meliputi, studi kesesuaian lahan untuk pengembangan perkebunan kakao, pengembangan pembibitan komoditas kakao, tanaman penaung, serta penaung sementara, pengembangan budidaya kakao berdasarkan Good Agriculture Practices (GAP), pengembangan pasca panen sesuai dengan Good Processing Practice (GPP), pengembangan kompetensi sumber daya manusia, khususnya kompetensi petani dan kegiatan-kegiatan pengembangan lainnya yang disepakati para pihak.

Coordinator of Community Enterprise Development PT Berau Coal, Yandi Rama Krisna mengungkapkan, kerja sama antara PT Berau Coal dan Puslitkoka sudah berjalan sejak lama.

“Secara historis, kerja sama antara Berau Coal dan Puslitkoka sudah berlangsung lama. Banyak project yang telah dilakukan, di antaranya ada survei lahan kakao di Berau dan Studi kesesuaian lahan,” ungkapnya.

Dirinya mengatakan, pada tahun ini, pengembangan kakao akan mengarah pada langkah yang lebih strategis baik dari bibit kakao maupun sumber daya manusia (SDM).

“Butuh bibit kakao yang sudah bersertifikat untuk menjamin petani akan mendapatkan kepastian terkait produktivitas dari kakao tersebut. Kita menghindari kakao yang tidak berproduksi dengan maksimal padahal sudah menunggu lama (3 tahun),” jelasnya.

Sejalan dengan itu, Kepala Bagian Penelitian, Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, Indah Anita Sari pun mengungkapkan, kerja sama antara PT Berau Coal dan Puslitkoka sudah terjalin sejak tahun 2009 dan terus berlanjut hingga sekarang. Pada 2009 sendiri kerjasama berupa rehabilitasi tanaman kakao.

“Kemudian untuk tahun ini, kerja sama dilanjutkan, khususnya dalam hal pengembangan kakao,” terangnya.

Misalnya seperti penyediaan benih atau bibit kakao bersertifikat yang disesuaikan dengan lokasi pengembangan hingga peningkatan kapasitas SDM, dalam hal ini adalah petani dan pendamping kakao.

Pihaknya menyambut baik dan memberi apresiasi rencana pengembangan kakao dari PT Berau Coal. Sebab pihaknya baru menemukan perusahaan yang punya inisiasi dalam hal kakao sebesar PT Berau Coal yang di mana lahannya mencapai 3.000 hektare.

“PT Berau Coal memiliki komitmen yang sangat baik dalam pendampingan pengelolaan kakao di wilayah Berau, baik dari sisi hulu maupun hilir serta sosial masyarakatnya,” terangnya.

Pihaknya sangat menyambut baik inisiasi pengembangan Kakao di Kabupaten Berau, hal itu mengingat sentra produksi kakao di Indonesia saat ini mulai dikonversi ke komoditas lain sementara prospek pengembangan kakao cukup bagus. (sen/***/arp) 

 
Editor : Muhammad Sholehudin Al Ayubi
#Advertorial #kakao #Berau Coal