Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Ketika Pemuda dan Peluang Bertemu, Maksimalkan Potensi Lokal hingga Pemberdayaan Kelompok Masyarakat

Muhammad Sholehudin Al Ayubi • Senin, 11 Maret 2024 | 05:00 WIB
COKELAT KULANTA: Rumah Cokelat Kulanta berhasil memaksimalkan potensi lokal hingga membuat kelompok masyarakat perempuan untuk berkontribusi.
COKELAT KULANTA: Rumah Cokelat Kulanta berhasil memaksimalkan potensi lokal hingga membuat kelompok masyarakat perempuan untuk berkontribusi.

TELUK BAYUR - Ada cerita perjuangan sosok pemuda, dibalik manisnya cokelat olahan Rumah Cokelat Kulanta. Rumah cokelat ini telah menjadi tonggak penting dalam pengembangan industri cokelat lokal.

Dia adalah Dea Nurwana Solihin. Pemuda asli Kampung Labanan Makarti yang memiliki peran krusial sebagai Pengawas Rumah Cokelat Kulanta dan juga sebagai Fasilitator Kampung.

Rumah Cokelat Kulanta dimulai dari keinginan Pemerintah Kabupaten Berau untuk memiliki rumah produksi cokelat lokal yang dapat mengolah biji kakao Berau. Melalui Program Sigap Sejahtera dengan pelaku inisiasinya Dea Nurwana Solihin sebagai fasilitator kampung dan Pak Yusuf sebagai Manajer Sigap Sejahtera. Rumah Cokelat Kulanta muncul sebagai salah satu kebanggaan Kabupaten Berau. Berdiri sejak Oktober 2022, Rumah Cokelat Kulanta telah menjadi simbol keberhasilan dalam mengembangkan sektor kakao lokal.

"Berawal dari bantuan berupa 11 ribu bibit kakao kepada kelompok tani di Kabupaten Berau. Kakao itu mulai tumbuh dan berproduksi. Hingga 2021 menjadi tonggak penting ketika Program Sigap Sejahtera memberikan pelatihan dalam pengolahan biji kakao, disitulah lahir Kelompok Kulanta, yang menjadi pilar utama dalam memproduksi cokelat dari hasil panen biji kakao,” jelas Dea.

Dirinya yang berasal dari Labanan Makarti, menyampaikan modal awal untuk memulai produksi cokelat, diperoleh melalui bantuan Program Sigap Sejahtera. Tempat produksi awalnya menggunakan gedung karang taruna yang dipinjamkan oleh pemerintah Kampung Labanan Makarti.

Namun, dengan semakin berkembangnya Rumah Cokelat Kulanta, mereka kini telah memiliki peralatan mesin yang memadai untuk mendukung produksi. Berkat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Dinas terkait dan perusahaan yaitu PT Berau Coal.

Rumah Cokelat Kulanta juga telah menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan perempuan melalui Kelompok Wanita Tani (KWT). Dengan melibatkan anggota KWT sebanyak 15 orang, yang terbagi menjadi 10 orang di bagian produksi dan 5 orang sebagai pengolah pascapanen dari petani RT 009.

Musriani, yang akrab dipanggil Bu Uty, sebagai ketua KWT Cokelat Kulanta, menyampaikan rasa syukurnya atas peran yang dimainkan oleh Rumah Cokelat Kulanta dalam meningkatkan perekonomian keluarga perempuan di Kampung Labanan Makarti.

"Keberadaan Rumah Cokelat Kulanta tidak hanya membantu secara ekonomi, tetapi juga memberikan tambahan kegiatan yang mempererat hubungan di antara para ibu di kampung,” ucapnya.

Dengan dukungan dari Program Pemberdayaan Masyarakat PT Berau Coal, Rumah Cokelat Kulanta telah memperoleh berbagai perizinan dan sertifikasi resmi, seperti perizinan PIRT dan HAKI.

Transformasi ini telah membawa Rumah Cokelat Kulanta menjadi sebuah kelompok yang berbadan hukum dan menjadi bagian dari unit usaha BUMK Surya Jaya Abadi di Kampung Labanan Makarti.

Terpisah Community Base Development Superintendent, Reza Hermawan, mengungkapkan program prioritas PT Berau Coal adalah peningkatan ekonomi dan pendidikan. Rumah Cokelat Kulanta merupakan salah satu pengembangan bisnis unit dari (Badan Usaha Milik Kampung) BUMK Surya Jaya Abadi Labanan Makarti. 

“BUMK merupakan lembaga ekonomi kampung yang sejalan dengan fokus pendampingan program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat, yaitu kemandirian ekonomi. BUMK sendiri merupakan lembaga yang turut berkontribusi dalam peningkatan ekonomi di kampung,” ungkapnya. 

Pendampingan PPM PT Berau Coal dimulai dengan meningkatkan sumber daya manusia melalui program pejuang SIGAP yang di mana bekerja sama dengan pemerintah daerah, YKAN (Yayasan Konservasi Alam Nusantara) dan stakeholder terkait. 

Selain pendampingan dalam meningkatkan sumber daya manusia, PT Berau Coal juga melakukan pendampingan dalam hal legalitas kelompok atau produknya, tata kelola operasional dan keuangan, pendampingan dalam peningkatan efektivitas produksi dan hasil yang memuaskan serta kerja sama pemasaran produk di Rumah Kemas Batiwakkal. 

“Kami juga mendukung pendampingan peningkatan produksi. Sampai dengan saat ini, kami juga membantu pemasaran produk cokelat Kulanta melalui Rumah Kemas Batiwakkal,” katanya.

Reza Hermawan merasa bahwa Rumah Cokelat Kulanta telah berkembang dengan baik dan secara konsisten memproduksi produk cokelat serta mampu memberdayakan kelompok masyarakat.

“Rumah Cokelat Kulanta berkembang dengan baik dan mampu memproduksi secara konsisten. Selain itu Rumah Coklat Kulanta juga memberdayakan kelompok masyarakat dan kelompok wanita. Hal ini kami harapkan dapat memberi dampak penambahan pendapatan dan ekonomi keluarga.” Ucapnya. (sen/***/arp)

Editor : Muhammad Sholehudin Al Ayubi
#cokelat #Berau Coal #Advetorial