TANJUNG REDEB - Untuk menghadapi Paritrana Award 2023 di tingkat Provinsi Kalimantan Timur. BPJS Ketenagakerjaan Berau mengundang sejumlah pihak dari beberapa sektor, untuk sosialisasi persiapan yang diperlukan untuk penilaian di tingkat provinsi.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Berau, Sonny Alonsye menyebut ada empat pihak yang diusung untuk mengikuti Paritrana Award 2023. Yakni PT Indo Pusaka Berau (IPB) mewakili sektor perdagangan dan jasa, PT Madhani Talatah Nusantara dari sektor pertambangan, Universitas Muhammadiyah Berau (UMB) dari sektor pendidikan dan PT Mulia Inti Perkasa dari sektor perkebunan.
“Mereka kami pilih untuk diusulkan dan menjadi kandidat mewakili Berau. Di mana akan memasuki tahap wawancara pada 18-19 Januari di Balikpapan,” ungkapnya, Rabu (17/1).
Adapun indikator utama penilaiannya yakni, coverage, inovasi dan wawancara. Sedangkan, untuk kriteria penilaian kategori usaha meliputi bayar iuran tepat bulan dan melaporkan seluruh tenaga kerjanya. Mengikuti seluruh program, memiliki perjanjian perusahaan dan merupakan perusahaan hidup dalam arti bukan cabang.
“Kriterianya ada tiga item, yaitu komitmen kepatuhan, supply chain dan utilisasi aplikasi JMO. Apabila mereka mendapat juara satu maka akan diusulkan untuk mengikuti nominasi di tingkat nasional,” jelas Sonny.
Dibeberkannya lagi, ada dua sektor tambahan dalam penilaian sepanjang tahun 2023 tersebut, yaitu pendidikan dan pemerintahan desa. Namun, hanya ada 4 sektor yang diusulkan pihaknya untuk mengikuti Paritrana Award 2023.
Paritrana Award merupakan apresiasi dari pemerintah dan BPJS Ketenagakerjaan yang ditujukan kepada pemerintah daerah, pemerintah kampung, pelaku usaha atau perusahaan. Yang telah berkomitmen mendukung program jaminan sosial ketenagakerjaan demi mewujudkan universal coverage.
Paritrana Award diinisiasi Kemenko PMK, Kemendagri, Kemenaker dan BPJS Ketenagakerjaan. Ini menjadi tahun ketujuh penyelenggaraannya sejak 2017 lalu.
Adapun kata paritrana diambil dari bahasa Sanskerta yang berarti perlindungan. Trofi atau pialanya merupakan hasil karya seniman I Nyoman Warta dengan desain khusus mengambil tema perlindungan.
“Filosofinya sendiri melahirkan awareness untuk memenuhi jaminan sosial ketenagakerjaan di setiap negara yang merupakan amanah konstitusinya,” jelasnya.
Jaminan sosial ketenagakerjaan tersebut diharapkan mampu menjaga martabat dan keberlangsungan hidup warga negara serta mencegah risiko baru. Seperti, ketika terjadi risiko meninggal dunia maupun kecelakaan kerja.
Di samping itu, Paritrana Award bertujuan mewujudkan universal coverage jaminan sosial ketenagakerjaan menuju keadilan dan kesejahteraan. Agar ada awareness dan peran aktif pemerintah dalam meningkatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Termasuk melindungi pekerja miskin atau kurang mampu.
“Pun meningkatkan kepatuhan dan kepedulian pemberi kerja atau badan usaha terhadap peraturan dan pekerja rentan di sekitar lingkungan perusahaan,” ungkapnya.
Lanjutnya, kegiatan itu juga memperluas pemanfaatan jaminan sosial ketenagakerjaan untuk meningkatkan kesejahteraan dan mengentaskan kemiskinan baru.
Paritrana juga bekerja sama dengan tim penilai yang kemudian disebut dengan panitia sembilan. Yang terdiri dari berbagai stakeholder. Diharapkan perusahaan yang mewakili Berau dapat menjadi juara ditingkat provinsi agar bisa melaju ke nasional.
“Kalau menang tentunya menjadi kebanggaan, baik mewakili Berau maupun perusahaan itu sendiri,” tutupnya. (*/aja/sos/arp)