Gali Potensi Lokal, Diskoperindag Berau Minta 109 KDMP Jalankan Usaha Tanpa Tunggu Modal Pusat

Nurismi • Dipublikasikan Selasa, 20 Oktober 2026 | 12:50 WIB
Kabid Koperasi dan UMKM Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau, Hasyim. (IZZA/BP)
Kabid Koperasi dan UMKM Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau, Hasyim. (IZZA/BP)

BERAU POST – Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Berau didorong mulai menjalankan usaha dengan memanfaatkan potensi dan sumber daya yang tersedia, tanpa harus menunggu pencairan dana maupun pembangunan gerai.

Kabid Koperasi dan UMKM Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau, Hasyim, menyebut terdapat 109 KDMP di Berau.

Menurutnya, koperasi tidak harus menunggu seluruh fasilitas tersedia untuk mulai membangun kegiatan usaha yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Ia mencontohkan, KDMP di Kecamatan Bidukbiduk yang dinilai mampu mengembangkan usaha melalui kolaborasi dengan pelaku usaha setempat.

Dari empat KDMP yang disebut telah beroperasi penuh di Berau, salah satunya dilaporkan mampu menghasilkan Sisa Hasil Usaha (SHU) sebesar Rp 1,8 miliar per tahun tanpa mengandalkan modal dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Pengalaman tersebut, kata Hasyim, menunjukkan bahwa potensi masyarakat dapat menjadi modal awal bagi koperasi untuk mengembangkan usaha.

“Koperasi juga dapat menggandeng pemilik usaha yang telah memiliki perizinan agar kegiatan ekonomi bisa segera berjalan,” katanya belum lama ini.

Di Bidukbiduk, salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah pasokan LPG bersubsidi ukuran 3 kilogram. Persoalan ini dinilai dapat menjadi pintu masuk bagi koperasi untuk membangun usaha yang langsung dibutuhkan masyarakat.

Hasyim menyinggung kondisi di wilayah Sukan Tengah, ketika harga LPG 3 kilogram masih berkisar Rp 60 ribu hingga Rp 70 ribu.

Kondisi tersebut menurutnya, menunjukkan bahwa keberadaan koperasi perlu diikuti kegiatan usaha yang konkret agar manfaatnya benar-benar dirasakan warga.

Ia menjelaskan, inisiatif di Bidukbiduk berangkat dari kolaborasi dengan ketua koperasi yang diketahui memiliki izin pangkalan LPG 3 kilogram.

Perizinan dan kapasitas usaha yang sudah dimiliki dapat menjadi dasar untuk membangun kerja sama, dengan koperasi sebagai wadah pengembangan bisnis bersama.

Ke depan, mereka bisa melibatkan enam kampung di Kecamatan Bidukbiduk dilibatkan untuk membentuk koperasi sekunder. Untuk memperkuat pasokan LPG bersubsidi, sehingga distribusinya dapat menjangkau masyarakat dengan lebih baik.

“Selain LPG, koperasi juga dinilai berpeluang mengambil peran dalam penyediaan bahan bakar minyak (BBM), khususnya bagi nelayan,” terangnya.

Salah satu peluangnya adalah pengembangan usaha stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) khusus nelayan.
Kebutuhan BBM bagi masyarakat di pesisir dapat menjadi salah satu sektor usaha yang dikembangkan melalui kerja sama antarkoperasi dan pelaku usaha.

Ia menilai, model kolaborasi tersebut dapat menjadi alternatif bagi KDMP yang masih menghadapi keterbatasan modal maupun fasilitas.

Di sisi lain, Diskoperindag Berau juga membantu proses pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi pelaku usaha.

Hasyim menyebut proses tersebut dapat diselesaikan dalam satu hari melalui pendampingan yang diberikan, tanpa mengharuskan pemohon datang langsung dan mengeluarkan biaya untuk layanan tersebut.

Kemudahan pengurusan perizinan itu diharapkan dapat membantu koperasi dan pelaku usaha memulai kegiatan bisnis secara lebih cepat. “Tapi kami minta tolong komunikasinya diperkuat dan diintensifkan,” tegasnya.

Sebelumnya Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, mengatakan, pendampingan terhadap KDMP saat ini masih difokuskan pada penguatan kelembagaan dan manajemen.

“Sejumlah pelatihan juga telah diberikan kepada para pengurus untuk meningkatkan kemampuan dalam mengelola koperasi,” ucapnya, Rabu (16/9).

Diakunya, KDMP yang sudah beroperasi baru saat ini baru beberapa. Adapun salah satu koperasi yang berprestasi adalah KDMP Tabalar Muara.

Bahkan, KDMP tersebut sangat berprestasi lantaran berhasil memperoleh omzet sebesat Rp 4 miliar dalam dua bulan terakhir.

Dengan unit usaha jasa angkut CPO sesuai potensi kampung, menjadi contoh koperasi yang telah memulai menjalankan kegiatan usaha sebelum mendapat modal dari Pemerintah Pusat.

Perkembangan tersebut terlihat dari kegiatan usaha yang telah berjalan, bertambahnya jumlah anggota, hingga pelaksanaan rapat anggota tahunan.

“KDMP Tabalar Muara ini sudah berjalan bagus bisnis usahanya. Mereka juga sudah melakukan rapat anggota tahunan dan anggota koperasinya semakin bertambah,” ujarnya.

Ia mengatakan, penghargaan yang diberikan kepada KDMP Tabalar Muara merupakan bentuk apresiasi sekaligus motivasi dari Pemerintah Kabupaten Berau.

Harapannya, capaian tersebut dapat mendorong KDMP lainnya untuk mulai mengembangkan kegiatan usaha sesuai potensi yang ada di masing-masing kampung.

“Semoga KDMP yang lainnya juga termotivasi untuk mulai menjalankan usahanya dengan memberdayakan potensi lokal yang ada di daerah masing-masing,” katanya. (aja/sam)

Editor : Nurismi
Diskoperindag Berau Koperasi Desa Merah Putih