HARIAN RAKYAT KALTARA— Kabut asap yang menyelimuti Tanjung Selor dalam beberapa hari, ternyata bukan berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Utara.
Dinas Kehutanan (Dishut) Kaltara memastikan hingga saat ini tidak ditemukan adanya kebakaran hutan.
Kepala Bidang Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDE) Dishut Kaltara Maryanto, mengatakan kabut yang terlihat di sejumlah wilayah Kaltara merupakan kiriman dari luar daerah.
“Tidak ada kebakaran hutan di Kaltara. Kabut yang terjadi dikarenakan kiriman dari luar Kaltara,” singkatnya, Rabu (7/10).
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena meski tidak terdapat sumber karhutla di Kaltara. Hal itu pun berdampak terhadap kualitas udara di Tanjung Selor.
Pemantauan Stasiun Meteorologi Tanjung Harapan pada Rabu (7/10) menunjukkan konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 berada pada level yang perlu diwaspadai.
Pada pukul 17.00 WITA, konsentrasi PM2.5 tercatat mencapai 67,8 mikrogram per meter kubik (µg/m³) dan masuk kategori tidak sehat. Angka tersebut bahkan sempat lebih tinggi pada pukul 15.00 WITA, yakni mencapai 70,5 µg/m³.
Dikonfirmasi terpisah, Forecaster BMKG Tanjung Harapan Tanjung Selor Magdalena, menyampaikan data tersebut berdasarkan hasil pemantauan kualitas udara di wilayah Tanjung Selor.
Kondisi udara yang memburuk ini membuat masyarakat tetap diminta berhati-hati. Meskipun kabut asap bukan berasal dari karhutla di Kaltara.
“Paparan partikulat halus dapat lebih berisiko bagi kelompok rentan. Terutama anak-anak, lansia dan masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan,” jelasnya.
Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara berada pada kategori tidak sehat. Jika aktivitas di luar rumah tidak dapat dihindari, warga dianjurkan menggunakan masker untuk mengurangi paparan partikulat.
Selain itu, masyarakat diminta terus memantau perkembangan kualitas udara dan memperhatikan kondisi kesehatan.
“Apabila muncul keluhan seperti batuk, sesak napas atau gangguan pernapasan lainnya. Warga disarankan segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan,” pintanya. (fai/uno)
Editor : Nurismi