HARIAN RAKYAT KALTARA — Transparansi dan akuntabilitas menjadi perhatian Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kaltara, dalam memastikan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) berjalan tertib dan sesuai prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.
Upaya tersebut dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pengelolaan keuangan daerah. Karena itu, setiap tahapan pengelolaan APBD didorong untuk dilaksanakan secara terbuka, tertib, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKAD Kaltara Nurdin, mengatakan kualitas tata kelola keuangan daerah sangat bergantung pada kepatuhan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dalam menjalankan ketentuan pengelolaan anggaran.
Menurutnya, pengelolaan APBD tidak hanya menjadi tanggung jawab BKAD. Setiap OPD memiliki peran penting sejak tahap perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan hingga penyusunan laporan keuangan.
“Pengelolaan keuangan merupakan tanggung jawab bersama. BKAD berperan melakukan pembinaan dan pengendalian. Tetapi seluruh OPD juga memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga kualitas pengelolaan anggaran,” ujarnya, Selasa (6/10).
Kepatuhan terhadap setiap tahapan pengelolaan keuangan menjadi bagian penting. Untuk mencegah kesalahan administrasi, sekaligus memastikan anggaran digunakan sesuai perencanaan dan ketentuan yang berlaku.
Dalam hal ini, BKAD tidak hanya menjalankan fungsi administrative. Tetapi juga melakukan pembinaan dan pengendalian terhadap OPD.
“Langkah tersebut dilakukan agar pelaksanaan anggaran tetap berada dalam koridor aturan dan dapat dipertanggungjawabkan dalam laporan keuangan pemerintah daerah,” terangnya.
Ia berharap seluruh OPD semakin meningkatkan kepatuhan dan ketelitian dalam mengelola anggaran. Dengan demikian, pengelolaan APBD tidak hanya berorientasi pada penyerapan anggaran. Tetapi juga pada kualitas penggunaan anggaran dan manfaatnya bagi masyarakat.
“Yang paling penting bagaimana seluruh prosesnya dapat dipertanggungjawabkan dan memberikan manfaat sesuai dengan tujuan pembangunan daerah,” pungkasnya. (fai/uno)
Editor : Nurismi