HARIAN RAKYAT KALTARA — Kekeringan dan karhutla menjadi tantangan lingkungan yang membutuhkan kepedulian lintas kelompok, termasuk generasi muda.
Bank Indonesia Kaltara mengajak mahasiswa yang tergabung dalam GenBI untuk lebih peka terhadap persoalan sosial dan lingkungan di sekitarnya.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kalimantan Utara (Kaltara) Agus Taufik, mengatakan kondisi kekeringan dan karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan, termasuk Kalimantan Utara, menjadi persoalan yang perlu disikapi bersama.
Generasi muda, khususnya mahasiswa, juga dapat mengambil peran dengan memahami kondisi sosial dan lingkungan di daerah.
“Anak-anak muda, khususnya mahasiswa juga didorong semakin peka terhadap kondisi sosial dan lingkungan seperti ini,” ujar Agus, Senin (5/10).
Menurut Agus, GenBI sebagai komunitas mahasiswa binaan Bank Indonesia memiliki ruang untuk terlibat dalam kegiatan sosial dan lingkungan.
Pengalaman turun langsung ke masyarakat juga dapat memperkenalkan mahasiswa pada berbagai persoalan yang terjadi di sekitarnya.
“Risiko bencana seperti kekeringan dan karhutla ini harus diantisipasi secara berkelanjutan. GenBI sebagai wadah mahasiswa juga punya ruang untuk ikut melihat persoalan di masyarakat dan lingkungannya,” katanya.
Pesan tersebut disampaikan Agus dalam kegiatan SEMARAK (Sehat Masyarakat Bersama GenBI) di kawasan Car Free Day (CFD) Stadion Datu Adil Tarakan.
Kegiatan itu mempertemukan GenBI Kaltara dengan masyarakat melalui layanan kesehatan dan sejumlah edukasi.
Pemanfaatan CFD sebagai lokasi kegiatan membuat GenBI dapat berinteraksi langsung dengan warga yang datang untuk berolahraga dan beraktivitas.
Selain membawa isu lingkungan, kegiatan tersebut juga memberikan layanan pemeriksaan kesehatan secara gratis.
Lebih dari 100 warga memanfaatkan pemeriksaan kesehatan yang mencakup pengukuran berat dan tinggi badan, gula darah, kolesterol serta asam urat. Warga juga mendapat kesempatan berkonsultasi dengan dokter umum untuk memahami hasil pemeriksaan.
GenBI Kaltara turut membagikan masker kepada peserta pemeriksaan. Pembagian tersebut disertai edukasi mengenai penggunaan masker ketika beraktivitas di luar ruangan, terutama dalam menghadapi kondisi kualitas udara di Kota Tarakan.
Agus mengatakan, ruang publik seperti CFD dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan informasi dengan cara yang lebih dekat dengan aktivitas masyarakat.
Edukasi kesehatan dan lingkungan dapat diberikan bersamaan dengan informasi mengenai tugas serta fungsi Bank Indonesia.
“CFD ini kan ruang publik, masyarakat datang untuk berolahraga dan beraktivitas. Jadi tempat seperti ini bisa dimanfaatkan untuk memberikan edukasi. Ada pemeriksaan kesehatan, ada konsultasi. Kemudian masyarakat juga bisa mendapatkan informasi dari Bank Indonesia,” jelasnya.
Selain kesehatan dan lingkungan, GenBI Kaltara juga memberikan edukasi Cinta, Bangga dan Paham (CBP) Rupiah melalui kuis interaktif bersama pengunjung CFD. Materi yang disampaikan berkaitan dengan cara mengenali, merawat dan memahami Rupiah.
Agus mengatakan, kegiatan di ruang publik juga memberi pengalaman bagi mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat. Menurutnya, pengalaman tersebut dapat memperluas pemahaman mahasiswa terhadap kondisi sosial di daerah.
“Mahasiswa punya peran besar untuk ikut peka terhadap kondisi sosial dan lingkungan. Mereka juga bisa belajar dari masyarakat secara langsung. Kegiatan seperti ini memberi pengalaman bagi mereka untuk memahami persoalan yang ada di sekitarnya,” pungkas Agus. (sas/uno)
Editor : Nurismi