Bukan Cuma Tugas Dinas Pariwisata, Sekprov Kaltara Denny Harianto Dorong Seluruh OPD Bersinergi Maju

Nurismi • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 10:10 WIB
DESTINASI WISATA: Sektor pariwisata dinilai memiliki potensi besar menjadi penggerak ekonomi daerah. (HRK)
DESTINASI WISATA: Sektor pariwisata dinilai memiliki potensi besar menjadi penggerak ekonomi daerah. (HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mulai melihat sektor pariwisata bukan sekadar sebagai urusan destinasi dan kunjungan wisatawan. 

Sektor ini dinilai memiliki potensi besar menjadi penggerak ekonomi daerah, apabila dikembangkan secara terpadu dan melibatkan berbagai sektor. 

Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltara Denny Harianto mengatakan, kekayaan alam, budaya hingga sejarah yang dimiliki Kaltara merupakan modal penting untuk membangun sektor pariwisata.

Namun, potensi tersebut tidak akan memberikan dampak maksimal jika hanya dikembangkan oleh satu organisasiperangkat daerah (OPD). 

“Keberhasilan sebuah destinasi wisata sangat bergantung pada berbagai faktor pendukung. Mulai dari kemudahan akses, ketersediaan infrastruktur, transportasi, pelayanan publik, promosi hingga masuknya investasi,” ungkapnya, beberapa waktu lalu. 

Karena itu, ia menekankan perlunya perubahan cara pandang dalam mengembangkan pariwisata. Setiap OPD memiliki peran masing-masing untuk memastikan sebuah destinasi dapat berkembang dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. 

“Peningkatan PAD dari sektor pariwisata bukan hanya tanggung jawab Dinas Pariwisata. Tetapi seluruh OPD harus berkolaborasi dan bersinergi untuk bersama-sama meningkatkannya,” tegasnya. 

Ia menjelaskan, kolaborasi tersebut harus dimulai sejak proses perencanaan. Pemerintah perlu melakukan pemetaan terhadap potensi wisata yang tersebar di seluruh wilayah Kaltara.

Dari pemetaan itu, pemerintah dapat menentukan destinasi yang memiliki daya tarik sekaligus prospek ekonomi untuk dikembangkan. 

Setiap daerah, kata dia, tidak harus memiliki konsep pengembangan yang sama. Karakteristik dan keunggulan masing-masing wilayah justru perlu menjadi dasar dalam menentukan arah pembangunan pariwisata. 

“Setiap daerah dapat dikembangkan berdasarkan karakteristik dan keunggulan masing-masing, kemudian diperkuat dengan dukungan infrastruktur dan fasilitas yang sesuai. Potensi yang dimiliki harus dipetakan dan dikembangkan secara bersama-sama,” jelasnya. 

Ia menilai, dampak pengembangan pariwisata tidak berhenti pada destinasi. Ketika jumlah wisatawan meningkat, berbagai aktivitas ekonomi di sekitarnya ikut bergerak. 

“Pelaku UMKM dapat memperoleh pasar baru, hotel dan penginapan mendapatkan tambahan pelanggan, sektor transportasi semakin berkembang. Sementara usaha kuliner dan ekonomi kreatif turut mendapatkan manfaat,” ujarnya. 

Efek berantai tersebut dinilai menjadi alasan kuat bagi Pemprov Kaltara untuk menjadikan pariwisata sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru. Selain menggerakkan ekonomi masyarakat, sektor tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan PAD. 

“Efek tersebut yang ingin dimanfaatkan Pemprov Kaltara untuk memperluas sumber pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” pungkasnya. (fai/uno)

Editor : Nurismi
peningkatan PAD pariwisata