Pamit Pergi Berobat, Wanita Asal Karang Anyar Pantai Ditemukan Meninggal di Depan Mangrove Tarakan

Nurismi • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 11:25 WIB
DINYATAKAN MENINGGAL: Korban saat di bawa ke rumah sakit dr H Jusuf SK untuk pemeriksaan medis, keluarga menolak lakukan visum. (SEPTIAN ASMADI/HRK)
DINYATAKAN MENINGGAL: Korban saat di bawa ke rumah sakit dr H Jusuf SK untuk pemeriksaan medis, keluarga menolak lakukan visum. (SEPTIAN ASMADI/HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Rencana berobat berujung duka. Seorang perempuan berinisial JDN ditemukan tidak sadarkan diri di Jalan Gajah Mada, tepatnya di depan kawasan Mangrove Tarakan, Rabu (30/9) sore. 

Warga Kelurahan Karang Anyar Pantai, Tarakan Barat itu kemudian diketahui telah meninggal dunia. Kapolres Tarakan AKBP Bonifasius Rumbewas melalui Kasi Humas Iptu Rusli membenarkan kejadian tersebut.

Sebelum meninggalkan rumah, korban sempat menyampaikan kepada anaknya hendak pergi berobat ke arah depan Kompleks Guser.

“Kalau informasi awal yang kami dapat, sekitar pukul 16.05 WITA korban sempat bilang ke anaknya mau pergi berobat ke arah depan Kompleks Guser. Setelah itu korban keluar dari rumah,” ujar Rusli, Kamis (1/10).

Sekitar pukul 16.30 WITA, anak korban mendapat kabar dari seorang temannya, bahwa JDN ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di sekitar depan Kompleks Guser. Ia kemudian mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi ibunya.

Saat tiba, korban sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri. Setelah dilakukan pengecekan, korban diketahui telah meninggal dunia. Keluarga dan masyarakat kemudian melakukan penanganan awal sebelum kejadian tersebut dilaporkan kepada kepolisian.

Petugas Polsek Tarakan Barat yang datang ke lokasi melakukan pengecekan, serta meminta keterangan dari sejumlah saksi dan pihak keluarga. Keterangan mengenai rencana korban berobat menjadi bagian dari informasi awal yang dikumpulkan polisi.

“Anggota sudah turun ke lokasi, kemudian melakukan pengecekan dan meminta keterangan dari beberapa saksi. Dari keluarga juga kami dapat informasi kalau sebelum keluar rumah korban memang bilang mau berobat,” jelas Rusli.

Terkait penyebab kematian, kepolisian belum menyampaikan kesimpulan. Polisi masih mengumpulkan keterangan mengenai rangkaian kejadian sebelum korban ditemukan.

“Rangkaian kejadiannya masih kami kumpulkan. Kami tidak mau menyampaikan lebih jauh kalau memang belum ada informasi yang jelas. Yang kami pegang sekarang keterangan keluarga dan saksi yang sudah dimintai keterangan,” tuturnya.

Sementara untuk pemeriksaan medis terhadap jenazah, keluarga telah membuat surat pernyataan penolakan visum di Mako Polsek Tarakan Barat.

“Untuk visum, keluarga sudah membuat surat pernyataan menolak. Itu sudah dibuat di Polsek Tarakan Barat,” ungkap Rusli.

Kepolisian mengingatkan masyarakat agar tidak menarik kesimpulan maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait kejadian tersebut.

Masyarakat yang mengetahui informasi mengenai peristiwa itu, diminta menyampaikannya kepada polisi untuk dilakukan pengecekan.

“Kalau ada informasi yang beredar, jangan langsung disimpulkan atau disebarkan kalau belum tahu sumbernya. Kalau ada masyarakat yang mengetahui informasi terkait kejadian ini, silakan sampaikan kepada polisi supaya bisa kami cek,” pungkasnya. (sas/uno)

Editor : Nurismi
polres tarakan meninggal