HARIAN RAKYAT KALTARA — Motor yang ditinggalkan di sebuah rumah di Jalan Pamusian, Kelurahan Pamusian, Kecamatan Tarakan Tengah, ditemukan polisi dalam kondisi sudah dipreteli.
Kendaraan itu sebelumnya tidak diketahui pemiliknya telah hilang karena rumah dalam keadaan kosong selama berbulan-bulan.
Motor tersebut ditemukan di samping, Jalan Pulau Sumatra, Kelurahan Pamusian, Tarakan Tengah yang lokasinya tidak jauh dari rumah pemilik.
Satreskrim Polres Tarakan kemudian mengecek nomor rangka dan kondisi fisik kendaraan hingga identitas pemilik diketahui.
Kapolres Tarakan AKBP Bonifasius Rumbewas melalui Kasat Reskrim AKP Reginald Yuniawan Sujono mengatakan kendaraan ditemukan setelah polisi mendapat informasi mengenai motor yang ditinggalkan dalam kondisi telah dibongkar.
“Anggota menemukan satu motor yang ditinggalkan dalam kondisi sudah dipreteli. Setelah kami cek rangka dan fisiknya, akhirnya diketahui identitas pemilik kendaraan. Dari situ kami berkomunikasi dengan pemilik dan motor kemudian kami serahkan,” ujar Reginald, Rabu (30/9).
Saat ditemukan, sejumlah bagian kendaraan telah dilepas. Pelat nomor tidak lagi terpasang, bodi motor dibongkar dan lampu bagian depan juga hilang.
Polisi menyisir sekitar lokasi, namun belum menemukan CCTV yang mengarah ke tempat kendaraan tersebut ditinggalkan.
“Motornya cuma ditinggalkan setelah bagian-bagiannya dipreteli. Kami juga sudah melakukan penyisiran di sekitar lokasi, tetapi belum menemukan CCTV yang mengarah ke tempat motor itu ditemukan,” jelasnya.
Reginald mengatakan waktu pasti pencurian belum diketahui. Pemilik kendaraan, Kartini, bersama keluarganya berada di Bulungan karena harus membawa orang tuanya untuk berobat. Rumah tersebut disebut telah ditinggalkan sekitar tiga bulan.
“Pemiliknya memang tidak tahu kalau motornya sudah hilang, karena rumah itu ditinggalkan. Setelah kami menemukan kendaraan dan mengecek identitasnya, baru diketahui pemiliknya sedang berada di Tanjung Selor,” tuturnya.
Kondisi kendaraan yang sudah dipreteli membuat kerugian diperkirakan sekitar Rp 1,5 juta. Polisi kemudian membantu memperbaiki motor sebelum mengembalikannya kepada pemilik tanpa biaya.
“Motor sudah kami bantu perbaiki dan kemudian kami serahkan kepada pemilik. Pengembaliannya juga gratis. Untuk pelakunya masih kami kejar,” kata Reginald.
Polisi mengingatkan warga yang meninggalkan rumah dalam waktu lama untuk memastikan pintu dan pagar terkunci.
Kendaraan juga disarankan disimpan di tempat aman dengan kunci tambahan. S erta menitipkan informasi kepada RT atau Bhabinkamtibmas agar kondisi rumah dapat dipantau.
Kartini mengaku baru mengetahui motor tersebut ditemukan setelah mendapat telepon dari polisi. Ketika melihat kendaraan, ia mendapati sejumlah bagian sudah berbeda dari kondisi sebelumnya.
“Diteleponnya baru kemarin. Katanya motor sudah ditemukan. Waktu saya lihat memang sudah terbongkar. Spion sebelumnya ada, kemudian bannya juga berbeda. Kemungkinan beberapa bagian sudah diganti,” ujar Kartini.
Menurut Kartini, kehilangan di rumah tersebut bukan kali pertama. Sebelumnya, televisi dan sejumlah barang lain juga diketahui raib.
“Sebelumnya memang ada TV dan barang-barang di rumah yang hilang. Cuma karena waktu itu kami tidak mempermasalahkan, ya sudah. Ketika polisi menghubungi soal motor, saya langsung datang untuk melihat dan menerima kembali kendaraan,” pungkasnya. (sas/uno)
Editor : Nurismi