Dua Hari Tak Terlihat, Pria 53 Tahun di Tarakan Ditemukan Meninggal di Pondok Terkunci Penuh Lalat

Nurismi • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 17:05 WIB
PASANG GARIS POLISI: Personel Polsek Tarakam Timu memasang garis polisi di TKP, Selasa (29/9). (POLRES TARAKAN UNTUK HRK)
PASANG GARIS POLISI: Personel Polsek Tarakam Timu memasang garis polisi di TKP, Selasa (29/9). (POLRES TARAKAN UNTUK HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Keluarga yang mencari BA, 53, setelah dua hari tak terlihat justru menemukan pria tersebut telah meninggal dunia di pondok tempat tinggalnya di Jalan Gunung Santape, belakang Kos Pelangi, RT 01, Kelurahan Kampung Enam, Kecamatan Tarakan Timur, Selasa (29/9) pagi.

Pondok yang ditempati BA seorang diri itu dalam kondisi terkunci. Keluarga juga melihat banyak lalat di sekitar lokasi sebelum akhirnya mengecek kondisi korban dan melaporkannya kepada kepolisian.

Kapolsek Tarakan Timur AKP Muhdar mengakui menerima laporan tersebut dan mendatangi lokasi sekitar pukul 09.00 Wita bersama petugas terkait.

“Awalnya keluarga mencari korban karena sudah dua hari tidak terlihat. Setelah dicek, pondok dalam keadaan terkunci dan di sekitar lokasi sudah banyak lalat. Keluarga kemudian menghubungi pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti,” ujar Muhdar.

Petugas kemudian membuka pondok dan menemukan BA dalam posisi terlentang. Kondisi tubuh korban telah mengalami perubahan.

Tim Inafis selanjutnya melakukan olah tempat kejadian perkara sebelum jasad dievakuasi ke rumah sakit untuk pemeriksaan visum.

Pondok tersebut berada di atas lahan milik teman korban dan selama ini digunakan BA sebagai tempat tinggal.

Di lokasi, polisi turut menemukan sejumlah obat-obatan. Temuan tersebut masih didalami, terlebih keluarga menyebut korban memiliki riwayat sakit.

“Untuk penyebab meninggalnya belum bisa kami simpulkan. Memang ada keterangan dari keluarga bahwa korban memiliki riwayat sakit, termasuk disebut sakit komplikasi. Tetapi penyakitnya apa secara pasti kami belum tahu,” jelasnya.

Keterangan sementara dari keluarga dan warga menyebut BA masih terlihat pada Sabtu malam. Setelah itu, korban tidak lagi terlihat hingga ditemukan meninggal dunia.

Polisi juga memasang garis polisi di sekitar pondok. Dari pemeriksaan awal, belum ditemukan indikasi tindak pidana dalam kematian BA.

“Sejauh pemeriksaan sementara, kami belum menemukan unsur pidana. Tetapi proses pemeriksaan tetap dilakukan dan kami masih menunggu hasil visum untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban,” pungkasnya. (sas/uno)

Editor : Nurismi
polres tarakan meninggal