Pasokan 415 Kiloliter BBM Masuk ke Pulau Sebatik Antrean Kendaraan di SPBU Berhasil Terurai

Nurismi • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 17:45 WIB
TAMBAHAN BBM: Pembelian BBM di SPBU Sebatik tampak normal setelah kuota ditambah. (PT PERTAMINA UNTUK HRK)
TAMBAHAN BBM: Pembelian BBM di SPBU Sebatik tampak normal setelah kuota ditambah. (PT PERTAMINA UNTUK HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA— Pasokan bahan bakar minyak (BBM) sebanyak 415 kiloliter telah masuk ke Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. 

Muatan yang terdiri dari Pertalite, Pertamax dan Biosolar itu disalurkan ke enam SPBU setelah pembongkaran tiga kapal pengangkut BBM rampung pada Jumat (25/9) lalu. Tiga kapal tersebut yakni SPOB Cahaya Nunukan Mandiri, SPOB Semoga Jaya, dan SPOB Alnas Energi Barokah. 

Setelah distribusi dilakukan, antrean di sejumlah SPBU Sebatik dilaporkan mulai terurai dan pelayanan kembali kondusif.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Edi Mangun, mengatakan tambahan pasokan tersebut dikirim setelah peningkatan konsumsi membuat stok di sejumlah lembaga penyalur terserap lebih cepat.

“Setelah pasokan dari ketiga kapal disalurkan ke SPBU, antrean telah terurai dan pelayanan kembali kondusif. Kami berterima kasih kepada masyarakat Sebatik atas kesabarannya selama proses penguatan pasokan berlangsung,” ujar Edi, Senin (28/9).

Menurut Edi, stok BBM di SPBU Sebatik saat ini dalam kondisi aman. Pertamina juga memantau ketersediaan dan penyaluran di masing-masing SPBU untuk menyesuaikan pasokan dengan kebutuhan masyarakat.

Pengiriman berikutnya disiapkan pada awal Oktober. Koordinasi dilakukan bersama lembaga penyalur, Fuel Terminal Tarakan dan pihak transportir.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan lembaga penyalur, Fuel Terminal Tarakan, dan pihak transportir untuk menyesuaikan pengiriman dengan kebutuhan di lapangan,” katanya.

Edi juga memastikan penyaluran BBM bersubsidi tetap dilakukan sesuai ketentuan dan tepat sasaran. Masyarakat yang membutuhkan informasi maupun hendak menyampaikan pengaduan terkait produk dan layanan Pertamina dapat menghubungi Pertamina Contact Center (PCC) 135 selama 24 jam.

Diberitakan sebelumnya, Stok Pertalite di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, mendapat tambahan pasokan setelah konsumsi di sejumlah lembaga penyalur meningkat. Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menyiapkan pengiriman bertahap dengan total 210 kiloliter Pertalite dalam dua gelombang. 

Tak hanya Sebatik, bahkan PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan penyaluran dan ketersediaan BBM tetap berjalan sesuai kebutuhan masyarakat. Upaya tersebut dilakukan di Kabupaten Bulungan melalui pengawasan penyaluran Pertalite kepada nelayan. 

Di Bulungan, Pertamina melakukan pemeriksaan terhadap dokumen dan data transaksi penyaluran Pertalite kepada nelayan di SPBU Tanjung Palas Hilir No. 66.772.001. Pemeriksaan dilakukan menyusul aktivitas pengisian BBM menggunakan jeriken yang sempat beredar di media sosial. 

Edi mengatakan, pelayanan BBM kepada nelayan dilakukan berdasarkan surat rekomendasi yang diterbitkan pemerintah daerah. 

Surat tersebut memuat identitas penerima, penyalur yang ditetapkan, serta alokasi pembelian. Mekanisme penyaluran mengacu pada Peraturan BPH Migas Nomor 2 Tahun 2023 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan BPH Migas Nomor 4 Tahun 2025. 

“Setiap transaksi harus sesuai dengan surat rekomendasi. SPBU wajib memeriksa dokumen dan mencatat jumlah BBM yang disalurkan agar tetap dalam batas alokasi,” kata Edi. 

Berdasarkan hasil pemeriksaan, pengisian Pertalite menggunakan jeriken yang terjadi pada Selasa (22/9) lalu dilakukan oleh dua pemegang surat rekomendasi sektor perikanan. Masing-masing mengambil 100 liter dan 200 liter. 

Hingga Kamis (24/9), data transaksi menunjukkan pengambilan BBM oleh kedua penerima tersebut masih sesuai dengan alokasi masing-masing 400 liter per bulan yang tercantum dalam surat rekomendasi. 

“Pembelian BBM menggunakan wadah dapat dilayani bagi kelompok yang berhak sepanjang memenuhi persyaratan dan didukung surat rekomendasi sesuai ketentuan,” jelasnya. 

Pertamina juga meminta pengelola SPBU memastikan seluruh transaksi diperiksa dan dicatat. Keterangan mengenai dasar pelayanan kepada pemegang surat rekomendasi juga diminta dipasang di lokasi yang mudah terlihat. Agar masyarakat mengetahui mekanisme penyalurannya. 

“Kami berterima kasih kepada masyarakat yang ikut mengawasi penyaluran BBM. Setiap informasi akan kami periksa, dan apabila ditemukan pelayanan yang tidak sesuai ketentuan, Pertamina akan menindaklanjutinya,” ujarnya. 

Sementara itu, di Pulau Sebatik, Pertamina mengambil langkah berbeda dengan memperkuat pasokan untuk mengatasi peningkatan konsumsi yang sebelumnya membuat stok di sejumlah SPBU terserap lebih cepat. 

“Tiga kapal pengangkut BBM, yakni SPOB Cahaya Nunukan Mandiri, SPOB Semoga Jaya, dan SPOB Alnas Energi Barokah, telah menyelesaikan pembongkaran muatan pada Jumat (25/9),” terangnya. 

Tambahan pasokan itu berdampak pada kondisi pelayanan di SPBU. Antrean kendaraan yang sebelumnya terjadi mulai terurai dan pelayanan kembali kondusif. Setelah pasokan dari ketiga kapal disalurkan ke SPBU, antrean telah terurai dan pelayanan kembali kondusif. (sas/fai/uno)

Editor : Nurismi
antrean BBM PT Pertamina Patra Niaga