Realisasi Pajak Capai 64 Persen Bapenda Kaltara Bentuk Satgas Khusus Guna Genjot Target PAD

Nurismi • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 12:05 WIB
PAJAK KENDARAAN: Kondisi ekonomi global turut memengaruhi kemampuan masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak. (HRK)
PAJAK KENDARAAN: Kondisi ekonomi global turut memengaruhi kemampuan masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak. (HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kalimantan Utara terus menggenjot penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk mengejar target yang telah ditetapkan tahun ini. 

Hingga saat ini, realisasi pajak daerah telah mencapai 64,11 persen dari target Rp 752 miliar. Kepala Bapenda Kaltara Datu Iqro Ramadhan mengatakan, capaian tersebut masih akan digenjot melalui sejumlah langkah. Terutama dengan memperkuat pendataan potensi pajak dari sektor usaha. 

Bapenda saat ini telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Tim tersebut melakukan pendataan terhadap sejumlah potensi penerimaan yang selama ini menjadi sumber pajak daerah. 

“Sekarang kita sudah membentuk tim Satgas untuk peningkatan PAD. Semua perusahaan kita minta datanya terkait pemakaian alat berat, air permukaan, BBM, dan kendaraan bermotor,” bebernya, belum lama ini. 

Menurutnya, pendataan tersebut penting untuk memastikan potensi pajak yang ada dapat tercatat secara optimal. Selain perusahaan, data yang diperoleh juga menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam melakukan penelusuran terhadap objek pajak.

Dengan langkah tersebut, Bapenda Kaltara optimistis realisasi penerimaan pajak daerah dapat terus meningkat hingga akhir tahun. 

“Target yang ingin dicapai setidaknya berada pada kisaran 95 persen dari target yang telah ditetapkan. Kita optimistis bisa mencapai 95 persen dari target,” ujarnya. 

Namun, ia mengakui tidak seluruh jenis pajak memiliki kondisi yang sama. Salah satu sektor yang masih menghadapi tantangan adalah Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

Berdasarkan hasil pendataan dan pemetaan potensi yang dilakukan Bapenda, penerimaan dari sektor tersebut relatif berat untuk dikejar. 

“Kondisi ekonomi global disebut turut memengaruhi kemampuan masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajaknya. Yang agak berat memang pajak kendaraan bermotor. Karena dipengaruhi kondisi ekonomi global,” jelasnya. 

Sementara itu, untuk sektor pajak lainnya, Bapenda masih melihat peluang penerimaan yang cukup baik hingga akhir tahun. Karena itu, optimalisasi pendataan dan penagihan akan terus dilakukan untuk mendekati target yang telah ditetapkan. 

“Selain pajak daerah, realisasi retribusi daerah juga terus dipantau. Dari target sekitar Rp 21 miliar, penerimaannya saat ini telah mencapai sekitar 31 persen,” sebut dia. 

Bapenda Kaltara berharap penguatan Satgas dan pendataan potensi pajak dapat menjadi salah satu cara. Untuk meningkatkan penerimaan daerah sekaligus memperkecil potensi kebocoran PAD. (fai/uno)

Editor : Nurismi
target PAD Bapenda Kaltara