Nilai Impor Kaltara Periode Januari Juli, Anjlok Tajam 54 Persen Dipicu Penurunan Sektor Industri

Nurismi • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 18:40 WIB
ALAMI PENURUNAN: Nilai impor Kaltara pada periode Januari—Juli hanya mencapai USD 234,29 juta atau anjlok 54,69 persen. (HRK)
ALAMI PENURUNAN: Nilai impor Kaltara pada periode Januari—Juli hanya mencapai USD 234,29 juta atau anjlok 54,69 persen. (HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Nilai impor Provinsi Kalimantan Utara pada periode Januari—Juli 2026 tercatat mengalami penurunan tajam, dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. 

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara Mustaqim, mengungkapkan bahwa total nilai impor pada periode tersebut hanya mencapai USD 234,29 juta atau anjlok 54,69 persen dibanding Januari—Juli 2025 yang sebesar USD 517,03 juta.

“Penurunan ini cukup signifikan dan terjadi hampir di seluruh komoditas utama impor Kaltara, baik migas maupun nonmigas,” ujarnya, Selasa (22/9) lalu. 

Ia menjelaskan, dari total nilai impor tersebut, komoditas nonmigas menyumbang porsi terbesar yakni USD 200,38 juta. Sementara komoditas migas tercatat sebesar USD 33,91 juta. 

Nonmigas sendiri mengalami penurunan hingga 61,24 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Penurunan nilai impor nonmigas, kata Mustaqim, terutama disebabkan oleh anjloknya impor komoditas hasil industri yang tercatat sebesar USD 200,17 juta, turun 61,12 persen. 

Sementara itu, impor hasil tambang juga mengalami kontraksi tajam menjadi hanya USD 0,20 juta, atau turun 90,40 persen dibanding Januari—Juli 2025.

Hasil industri masih mendominasi struktur impor Kaltara dengan peran mencapai 85,44 persen terhadap total impor Januari—Juli 2026. Diikuti oleh komoditas migas sebesar 14,47 persen. 

Sementara itu, khusus untuk bulan Juli 2026, nilai impor Kaltara tercatat sebesar USD 40,17 juta, turun 29,03 persen dibanding Juli 2025 yang mencapai USD 56,60 juta.

Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya (month to month). Nilai impor Juli 2026 justru menunjukkan kenaikan dari Juni 2026 yang sebesar USD 49,00 juta. 

Mustaqim menambahkan, penurunan impor pada Juli 2026 secara tahunan dipicu oleh turunnya nilai impor hasil industri menjadi USD 29,27 juta atau turun 48,13 persen. Serta hasil tambang yang turun 71,78 persen menjadi hanya USD 0,05 juta. 

“Tren penurunan impor ini perlu terus dicermati, khususnya terkait dinamika sektor industri yang menjadi kontributor utama struktur impor Kalimantan Utara,” pungkasnya. (fai/uno) 

Editor : Nurismi
industri nilai impor KALTARA komoditas