HARIAN RAKYAT KALTARA — Peredaran liquid vape yang dicampur etomidate mulai menjadi perhatian Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tarakan.
Dari pemeriksaan terhadap tujuh toko vape resmi, seluruh sampel yang diuji laboratorium dinyatakan tidak mengandung etomidate. Namun, BNNK menyebut peredaran liquid campuran tersebut diduga berlangsung di luar jalur penjualan resmi.
Kepala BNNK Tarakan Evon Meternik mengatakan, pemetaan dilakukan dengan mengambil sampel liquid dari tujuh toko vape. Sampel tersebut kemudian dikirim ke laboratorium untuk mengetahui kandungannya.
“Hasilnya untuk Kota Tarakan khususnya bagus, tidak ada yang positif mengandung etomidate. Tujuh toko vape sudah kita ambil sampelnya, masing-masing liquid kita kirim ke laboratorium untuk diperiksa,” ujar Evon, Rabu (23/9).
Menurutnya, hasil pemeriksaan itu berlaku pada produk yang dijual melalui toko resmi. Sementara informasi mengenai liquid bercampur etomidate mengarah pada peredaran secara tertutup, termasuk melalui jaringan orang per orang.
“Kalau yang resmi kita sudah petakan dan hasilnya negatif. Tetapi informasi yang kita dapat, liquid yang dicampur etomidate ini lebih banyak beredar melalui pasar gelap. Dari orang ke orang, dari mulut ke mulut, dan tidak dijual secara terbuka,” katanya.
Evon menjelaskan, etomidate merupakan obat yang digunakan dalam tindakan anestesi dan penggunaannya di fasilitas kesehatan berada dalam pengawasan serta takaran tertentu.
Penyalahgunaan dengan mencampurkannya ke liquid vape dapat menimbulkan gangguan kesadaran, serta berisiko terhadap fungsi jantung dan pernapasan.
Menurut dia, etomidate itu sebenarnya digunakan untuk kepentingan medis, khususnya anestesi. Tetapi kalau disalahgunakan dan dosisnya tidak tepat, risikonya sangat besar.
“Bisa menyebabkan gangguan kesadaran, gangguan irama jantung, gangguan pernapasan, bahkan bisa berujung pada henti jantung,” jelasnya.
Menurut Evon, kandungan etomidate dalam liquid juga tidak mudah dikenali hanya melalui aroma atau tampilan. Cairan dapat diberi tambahan perasa sehingga menyerupai liquid vape pada umumnya.
“Yang perlu kita waspadai adalah penggunanya bisa saja tidak tahu apa yang ada di dalam liquid itu. Karena aromanya bisa dibuat seperti rasa buah atau rasa lainnya, sehingga secara kasatmata juga sulit dibedakan,” ujar Evon.
BNNK Tarakan masih berkoordinasi dengan BNNP Kalimantan Utara terkait perkembangan temuan tersebut. Pemetaan selanjutnya dapat diperluas ke sejumlah lokasi lain. Termasuk tempat hiburan malam, dengan melibatkan instansi sesuai kewenangannya.
Evon mengatakan, informasi mengenai liquid bercampur etomidate juga ditemukan di daerah lain. BNNK Nunukan sebelumnya menemukan liquid serupa pada kelompok tertentu.
Sementara untuk Tarakan, pihaknya masih memantau kemungkinan masuknya etomidate dari luar daerah maupun luar negeri.
Di sisi lain, BNNK Tarakan terus memberikan edukasi kepada pelajar dan mahasiswa melalui program Ananda Bersinar atau Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak. Sosialisasi dilakukan melalui kegiatan Goes to School dan Goes to Campus.
“Kita mengingatkan anak-anak muda jangan mudah ikut tren vape tanpa mengetahui apa yang digunakan. Kalau mendapatkan liquid dari sumber yang tidak jelas, risikonya harus dipikirkan karena kita tidak tahu kandungan sebenarnya,” pungkas Evon. (sas/uno)
Editor : Nurismi