Meriahkan HUT Bulungan, Festival Sungai Kayan 2026 Hadirkan Lomba Dayung Tradisional

Nurismi • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 12:10 WIB
SAMBUT HUT: Festival Sungai Kayan yang digelar pada tahun lalu merupakan rangkaian HUT Kota Tanjung Selor dan Kabupaten Bulungan. (HRK)
SAMBUT HUT: Festival Sungai Kayan yang digelar pada tahun lalu merupakan rangkaian HUT Kota Tanjung Selor dan Kabupaten Bulungan. (HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Rangkaian Hari Ulang Tahun HUT ke-236 Kota Tanjung Selor dan Kabupaten Bulungan ke-66 pada Oktober mendatang, kembali akan menggelar Festival Sungai Kayan. 

Pada rangkaian perayaan HUT tahun ini, akan digelar secara sederhana. Hal itu disampaikan Bupati Bulungan Syarwani saat membuka Tenguyun Fest 2026, yang merupakan rangkaian menuju Birau. Rangkaian HUT akan dimulai pada 7 Oktober dengan melaksanakan sidang paripurna di DPRD Bulungan. 

Berlanjut pada 8 Oktober melakukan ziarah ke makam kerabat Kesultanan Bulungan. Puncaknya pada 12 Oktober yang dipusatkan di Kebun Raya Bundayati Bulungan, menggelar upacara peringatan HUT.

Untuk Festival Sungai Kayan akan terlaksana pada 12-18 Oktober di Pelabuhan Kayan VIP, berupa lomba dayung tradisional. 

“Pada lomba dayung tradisional tahun ini akan membuka Open Kelas 30 baik putra maupun putri. Dipastikan peserta datang tak hanya di wilayah Kaltara, bahkan Berau pun mengambil bagian,” ujar Syarwani. 

Festival Sungai Kayan akan melombakan tiga nomor, yakni Kelas 20 orang, Open 30 orang dan 50 orang. Untuk kelas 20 orang dan 50 orang dikhususkan peserta di wilayah Bulungan. 

“Usai Festival Sungai Kayan, pada 18-21 Oktober berlanjut di Kebun Raya Bundayati dengan menggelar olahraga tradisional. Seperti panahan, sumpit, gasing dan enggrang,” sebutnya. 

Menurut Bupati, Festival Sungai Kayan menjadi upaya pelestarian tradisi kearifan lokal. Perahu dayung tradisional di Sungai Kayan ini sudah menjadi tradisi, para leluhur dan orang tua terdahulu. 

Sejak dulu para leluhur masyarakat Bulungan sudah menggunakan Sungai Kayan sebagai urat nadi perekonomian, hingga kegiatan perlombaan seperti balap perahu dayung dan kegiatan tradisi lainya.

Festival Sungai Kayan merupakan ajang bergengsi antar desa dan kecamatan, sehingga jumlah pesertanya tiap tahun terus meningkat. 

“Saya yakin dengan pelaksanaan Festival Sungai Kayan nantinya, perputaran ekonomi bagi para UMKM juga meningkat multiplier efeck ekonomi dari kegiatan ini,” harapnya. 

Tiap pelaksanaanya selalu dievaluasi agar bisa masuk kalender resminya Kementerian Pariwisata dan menjadi ikon wisata baru di Indonesia.

‎Selain itu dirinya berharap pada Dinas Pariwisata Bulungan menciptakan event serupa Festival Sungai Kayan dengan cakupan lebih luas dan tidak terpaku dalam momentum HUT Bulungan saja. (adv/uno2)

Editor : Nurismi
Festival Sungai Kayan 2026 lomba dayung tradisional