HARIAN RAKYAT KALTARA— Proyek intake air baku Sungai Kayan di Kabupaten Bulungan kini menyisakan sejumlah pekerjaan sebelum dapat difungsikan.
Salah satu komponen utama yang masih ditunggu adalah pompa, yang sebagian komponennya harus didatangkan dari luar negeri.
Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan V Tanjung Selor, Mustafa mengatakan progres fisik pembangunan intake berkapasitas 200 liter per detik tersebut telah mencapai sekitar 80 persen.
Menurut dia, rumah pompa telah berdiri dan jaringan juga sudah tersambung. Pekerjaan yang tersisa antara lain pemasangan pompa, penyempurnaan sistem saringan serta pembersihan sedimen di bagian bawah rumah pompa.
“Kalau yang di sana itu tinggal pompa sebenarnya. Rumah pompanya sudah ada. Tinggal pompanya, kemudian ada saringan yang perlu diperbaiki sama sedimen di bawah rumah pompa itu dibersihkan. Jadi memang tinggal beberapa bagian saja,” ujar Mustafa, Senin (21/9).
Pompa saat ini masih dalam proses pemesanan. Sebagian komponennya berasal dari luar negeri, sehingga pemasangan baru dapat dilakukan setelah barang tiba di lokasi.
“Pompanya masih proses pemesanan. Ada sebagian unsur pompanya dari luar negeri, jadi masih PO. Begitu datang, ya langsung kita pasang. Kalau sudah terpasang, jaringan yang ada itu sudah terhubung semua,” katanya.
Mustafa memperkirakan progres fisik dapat mendekati 90 persen setelah pompa terpasang. Selanjutnya, pekerjaan difokuskan pada penyelesaian fasilitas pendukung sebelum dilakukan pengecekan kesiapan sistem.
Intake tersebut dirancang mengambil air dari Sungai Kayan dengan kapasitas hingga 200 liter per detik. Besarnya kapasitas sungai menjadi salah satu pertimbangan dalam pembangunan infrastruktur tersebut.
“Karena Sungai Kayan besar dan lebar juga. Jadi 200 liter per detik itu masih cukup untuk diambil dari sana,” ungkapnya.
Menurut Mustafa, kebutuhan air di Bulungan tidak hanya berasal dari masyarakat, tetapi juga kawasan industri. Sejumlah perusahaan di kawasan tersebut bahkan telah memiliki intake dan instalasi pengolahan air (IPA) sendiri untuk memenuhi kebutuhan operasional.
“Di kawasan industri itu perusahaan memang ada yang punya intake dan IPA sendiri. Kami dulu yang merekomendasikan untuk pengambilan airnya. Jadi mereka mengambil dari sungai, kemudian pemakaiannya juga dilaporkan secara berkala,” tuturnya.
Dengan kapasitas 200 liter per detik, intake Sungai Kayan akan menambah sumber air baku yang tersedia di Bulungan. Namun, pengambilan air tetap perlu memperhatikan kondisi debit sungai, terutama saat curah hujan menurun.
“Jadi tinggal menunggu pompanya saja. Rumah pompa sudah ada, jaringan sudah nyambung. Nanti kalau pompanya datang, dipasang, kita bersihkan bagian yang perlu dibersihkan, kemudian baru kita lihat kesiapan semuanya untuk dioperasikan,” pungkas Mustafa. (sas/uno)
Editor : Nurismi