Aksi Pemadaman Api di Kampung Nelayan Tarakan Sempat Terhambat Parkir Liar Motor Warga yang Menonton

Nurismi • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 11:20 WIB
HAMBAT PEMADAMAN: Petugas kebakaran dibantu warga saat memadamkan api di Kelurahan Karang Rejo, pada Jumat (18/9) lalu. (SEPTIAN ASMADI/HRK)
HAMBAT PEMADAMAN: Petugas kebakaran dibantu warga saat memadamkan api di Kelurahan Karang Rejo, pada Jumat (18/9) lalu. (SEPTIAN ASMADI/HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Armada pemadam kebakaran kesulitan mencapai titik api saat menangani kebakaran rumah pekerja di Kampung Nelayan, RT 16, Kelurahan Karang Rejo, Tarakan Barat, Jumat (18/9). 

Sejumlah kendaraan warga yang terparkir di jalur menuju lokasi membuat petugas harus berhati-hati saat membawa armada dan suplai air.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Dinas Satpol PP dan PMK Kota Tarakan Eko Supriatnoko, mengatakan kondisi tersebut menjadi kendala ketika petugas harus bergerak cepat menuju lokasi kebakaran.

“Kalau orangnya masih mudah kita singkirkan. Yang membuat repot itu kendaraan mereka. Karena datang dari jauh kemudian motornya diparkir di sekitar lokasi. Itu yang menyulitkan supply untuk masuk. Padahal dalam kondisi kebakaran, kami membutuhkan akses secepat mungkin,” ujar Eko, Minggu (20/9).

Menurutnya, kendaraan yang memenuhi jalur masuk tidak hanya menghambat pergerakan armada. Tetapi juga menyulitkan petugas menentukan posisi kendaraan dan mengatur suplai air saat proses pemadaman berlangsung.

Terlebih ketika api masih besar, petugas membutuhkan ruang untuk melakukan manuver. Waktu yang seharusnya digunakan untuk penanganan dapat tersita. Apabila harus terlebih dahulu menyingkirkan kendaraan yang menghalangi akses.

“Kalau kondisinya apinya besar, operator kami tidak mungkin menunggu terlalu lama untuk menyingkirkan motor satu per satu. Kalau ada ruang, ya beri ruang. Karena kami harus bergerak cepat dan menentukan posisi pemadaman,” tegasnya.

Eko juga menyoroti aktivitas warga yang datang ke lokasi untuk menyaksikan kejadian maupun membuat siaran langsung melalui media sosial.

Menurutnya, masyarakat tetap dapat melihat atau menyampaikan informasi. Tetapi tidak mengganggu jalur kerja petugas.

“Silakan kalau memang mau melihat atau menyampaikan informasi. Kami tidak bisa melarang masyarakat datang, apalagi sekarang banyak yang live. Tetapi kami minta bantu kami dengan memberikan ruang,” katanya.

Di sisi lain, Eko mengapresiasi masyarakat yang cepat melaporkan kejadian kebakaran. Informasi sejak awal dinilai membantu petugas segera menuju lokasi.

Namun, kecepatan laporan perlu didukung akses yang terbuka ketika armada tiba. Kondisi bangunan di kawasan Kampung Nelayan yang banyak menggunakan material kayu, membuat petugas membutuhkan akses cepat untuk melakukan penanganan.

“Kami berterima kasih kepada masyarakat yang menyampaikan informasi dengan cepat. Itu sangat membantu kami. Tetapi setelah petugas datang, kami juga membutuhkan bantuan masyarakat untuk membuka akses. Jangan sampai laporan sudah cepat kami terima, armada juga cepat datang. Tetapi kendaraan kami justru tertahan di jalan,” pungkas Eko. (sas/uno) 

Editor : Nurismi
kebakaran pemadaman PMK Tarakan