Kendala Akses Serta Kondisi Air Warnai Proses Pemadaman Kebakaran di Kelurahan Karang Rejo

Nurismi • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 07:50 WIB
PENDINGINAN: Sejumlah warga berjibaku untuk memadamkan amukan si jago merah. Petugas pemadam kebakaran mendinginkan rumah yang terbakar, Jumat (18/9). (SEPTIAN ASMADI/HRK)
PENDINGINAN: Sejumlah warga berjibaku untuk memadamkan amukan si jago merah. Petugas pemadam kebakaran mendinginkan rumah yang terbakar, Jumat (18/9). (SEPTIAN ASMADI/HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Delapan bangunan di kawasan Asrama Sawmill, RT 16 Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Karang Rejo, Tarakan Barat, terbakar sekira pukul 14.35 WITA, Jumat (18/9). 

Kebakaran yang dilaporkan sekitar pukul 14.35 WITA itu tidak menimbulkan korban jiwa. Namun petugas pemadam kebakaran sempat terkendala akses menuju lokasi dan kondisi air. 

Kepala Dinas Satpol PP dan PMK Kota Tarakan, Sofyan, mengatakan petugas tiba sekitar lima menit setelah laporan diterima.

Setibanya di lokasi, personel langsung menggelar selang dan melakukan penyemprotan untuk mencegah api menjalar ke bangunan lain.

“Laporan kami terima sekitar pukul 14.35 WITA. Kemudian petugas langsung bergerak dan sekitar pukul 14.40 WITA sudah tiba di lokasi,” ujar Sofyan.

Berdasarkan pendataan sementara, delapan bangunan terdampak kebakaran. Bangunan tersebut terdiri atas satu bangunan yang terbagi dalam beberapa petak dan tiga rumah tinggal. Sebagian besar bangunan diketahui berbahan kayu.

Empat warga yang terdata terdampak masing-masing Nurdin, Hamka, Sabri dan Ahmad. Sofyan memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” katanya.

Pemadaman berlangsung sekitar satu jam, kemudian dilanjutkan dengan pendinginan. Petugas menghadapi kendala karena kendaraan warga terparkir di kedua sisi jalan, sehingga ruang gerak armada menjadi terbatas.

“Kalau jalannya sebenarnya bisa dilalui, tetapi kendaraan banyak yang parkir di kiri dan kanan sehingga kami kesulitan untuk masuk dan melakukan manuver,” jelasnya.

Selain akses, kondisi air juga menjadi persoalan. Saat kebakaran terjadi, air dalam kondisi mati atau belum pasang. Petugas sempat menggunakan pompa portabel untuk menyedot air, tetapi hasilnya tidak maksimal.

Untuk mencegah api merambat, petugas menerapkan sistem gunting dengan memblok bangunan yang belum terbakar. Langkah tersebut berhasil mempertahankan satu rumah di sisi kiri lokasi.

“Kami melakukan sistem gunting dengan memblok rumah yang belum terbakar. Alhamdulillah satu rumah di sebelah kiri tadi bisa kami selamatkan,” kata Sofyan.

Penanganan melibatkan 46 personel, terdiri dari 40 anggota pemadam dan enam anggota KORLAKAR Tarakan. Sejumlah unsur turut memberikan dukungan, di antaranya TNI-Polri, PMI, PDAM, Satpol PP dan Basarnas.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Dinas Satpol PP dan PMK Kota Tarakan, Eko Supriatnoko, mengatakan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Informasi awal dari masyarakat menyebut api diduga berasal dari rumah milik Sabri.

“Untuk penyebabnya masih dalam penyelidikan. Informasi awal yang kami terima dari masyarakat, api muncul dari rumah Pak Sabri,” ujar Eko.

Di sekitar rumah tersebut, petugas juga menemukan solar. Berdasarkan informasi awal, solar itu disebut berkaitan dengan kebutuhan nelayan. Namun, Eko belum memastikan apakah keberadaan solar tersebut memiliki kaitan dengan kebakaran.

“Kami belum tahu apakah solar itu memang digunakan untuk kebutuhan sendiri atau ada kegiatan lain. Informasi yang kami dapat berkaitan dengan nelayan. Jadi apakah ada kaitannya dengan kebakaran, itu masih selidiki,” tukasnya.

Setelah api berhasil dilokalisir, petugas melanjutkan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara maupun titik api yang berpotensi kembali menyala. (sas/uno)

Editor : Nurismi
kebakaran pemadaman