HARIAN RAKYAT KALTARA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) optimistis realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 mengalami peningkatan memasuki triwulan III.
Hingga periode tersebut, realisasi anggaran diproyeksikan berada pada kisaran 60 hingga 70 persen.
Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltara Denny Harianto mengatakan, peningkatan realisasi pada triwulan III merupakan pola yang juga terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.
Memasuki periode tersebut, aktivitas pelaksanaan program dan kegiatan pemerintah daerah mulai meningkat sehingga turut mendorong penyerapan anggaran.
“Kalau dengan APBD 2026, realisasinya saya yakin berjalan dengan baik. Memang sama seperti tahun-tahun sebelumnya, meningkat di triwulan III ini,” ujarnya, Kamis (17/9).
Menurutnya, posisi triwulan III menjadi salah satu periode penting dalam pelaksanaan APBD. Karena berbagai program yang telah direncanakan mulai memasuki tahapan pelaksanaan dan pencairan anggaran. Kondisi tersebut diharapkan dapat menjaga laju realisasi belanja daerah hingga akhir tahun anggaran.
Ia memperkirakan realisasi APBD Kaltara pada triwulan III dapat berada di angka 60—70 persen. “Proyeksi tersebut didasarkan pada perkembangan pelaksanaan kegiatan dan proses pencairan anggaran yang berjalan di masing-masing perangkat daerah. Sekarang kita di triwulan III, akan meningkat. Mungkin di 60—70 persen,” ungkapnya.
Ia menegaskan, percepatan realisasi tetap menjadi perhatian pemerintah daerah. Organisasi perangkat daerah (OPD) diminta terus mendorong pelaksanaan kegiatan yang telah direncanakan. Agar tidak terjadi penumpukan pekerjaan maupun pencairan pada penghujung tahun.
“Selain pelaksanaan kegiatan, kelengkapan administrasi juga menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran realisasi anggaran. Setiap pencairan harus disertai laporan dan dokumen pertanggungjawaban sesuai ketentuan,” tegasnya.
Laporan mengenai proses pencairan dan pelaksanaan anggaran yang telah diterima pemerintah daerah, menjadi salah satu dasar optimisme terhadap capaian realisasi pada triwulan III.
“Semua pencairan-pencairan, ada laporan-laporan yang beberapa waktu yang lalu. Saya optimistis di 60—70 persen,” kata dia.
Pemprov Kaltara selanjutnya akan terus memantau perkembangan realisasi APBD hingga memasuki triwulan IV. Evaluasi diperlukan untuk memastikan program dan kegiatan yang telah dianggarkan dapat dilaksanakan sesuai target.
Dengan waktu pelaksanaan yang tersisa hingga akhir tahun, percepatan kegiatan diharapkan tidak hanya meningkatkan persentase penyerapan anggaran.
Tetapi juga memastikan anggaran yang telah dialokasikan benar-benar mendukung pelaksanaan program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
“Pemerintah daerah juga perlu menjaga agar percepatan realisasi tetap dilakukan sesuai prosedur. Dengan demikian, peningkatan penyerapan anggaran dapat berjalan beriringan dengan tertib administrasi dan pertanggungjawaban keuangan daerah,” pungkasnya. (fai/uno)
Editor : Nurismi