Video Perkelahian Dua Remaja Perempuan di Tarakan Tengah Viral Beredar Media Sosial

Nurismi • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 07:00 WIB
PERKELAHIAN: Dua siswi diduga terlibat perkelahian di sekitar area masjid di Kelurahan Sebengkok, Tarakan Tengah, Rabu (16/9) lalu. (SEPTIAN ASMADI/HRK)
PERKELAHIAN: Dua siswi diduga terlibat perkelahian di sekitar area masjid di Kelurahan Sebengkok, Tarakan Tengah, Rabu (16/9) lalu. (SEPTIAN ASMADI/HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Perkelahian dua remaja perempuan di kawasan Kelurahan Sebengkok, Tarakan Tengah, terekam video dan menyebar di media sosial. 

Salah satu remaja dalam rekaman masih mengenakan seragam sekolah dan diketahui merupakan siswi MTs Al Khairat Tarakan. Peristiwa tersebut terjadi di depan sebuah masjid yang berada tidak jauh dari sekolah, Selasa (15/9) lalu. 

Dalam rekaman berdurasi sekitar satu menit, terlihat remaja perempuan berbaju hitam memukul siswi berseragam.

Sebelum sejumlah orang di sekitar lokasi mendekat dan menghentikan keduanya. Kepala MTs Al Khairat Tarakan, Matahari, membenarkan siswi dalam video merupakan peserta didiknya. 

Sementara remaja yang melakukan pemukulan berinisial N diketahui pernah bersekolah di MTs Al Khairat. Tetapi sudah tidak terdaftar sebagai siswa sejak kenaikan kelas.

“Remaja yang memukul itu memang pernah sekolah di sini, tetapi sekarang sudah berhenti. Dia berhenti waktu kenaikan kelas. Seharusnya sekarang dia kelas 9, sedangkan anak yang dipukul masih menjadi siswa kami,” kata Matahari, Rabu (16/9).

Pada hari kejadian, sekolah memulangkan siswa lebih awal sekitar pukul 13.00 WITA karena kondisi asap dan kabut serta kendala ketersediaan air.

Matahari mengaku masih berada di sekolah setelah siswa dipulangkan untuk mengecek mereka yang menunggu jemputan.

Informasi perkelahian baru diketahuinya setelah tiba di rumah. Saat itu, video kejadian sudah beredar di media sosial.

“Saya pulang sekitar jam 1 lewat. Sebelum pulang saya masih mengecek anak-anak yang menunggu jemputan. Setelah saya sampai rumah, ada beberapa yang menghubungi, tetapi baru sore saya lihat. Saat itu informasinya sudah muncul di media,” ujarnya.

Pihak sekolah kemudian memanggil sejumlah siswa untuk mengetahui persoalan yang mendahului pemukulan. Dari keterangan yang diperoleh, kejadian tersebut berkaitan dengan informasi mengenai ucapan yang dianggap kasar dan diterima N.

Namun, keterangan para siswa tidak sepenuhnya sama. Siswi yang disebut mengucapkan perkataan tersebut membantahnya.

Sementara siswa lain mengaku menyampaikan informasi tetapi menyebut perkataannya berbeda dari yang kemudian diterima N.

“Setelah kami tanyakan, ternyata tidak sinkron. Anak yang disebut mengatakan kata-kata itu bilang tidak pernah menyampaikan seperti itu. Ada juga yang mengaku memang memberikan informasi, tetapi bahasanya tidak seperti yang kemudian diterima N. Jadi ada penyampaian informasi yang berubah,” jelas Matahari.

Dari penelusuran sekolah, N kemudian mendatangi A hingga terjadi pemukulan. Pihak sekolah menghubungi keluarga A dan sempat menawarkan mediasi. Tetapi keluarga korban menyatakan keberatan dan tidak menerima kejadian tersebut.

“Saya sudah sampaikan kepada ibunya, kalau memang bisa kita atur di sekolah, kita mediasi. Saya bisa membantu mencari permasalahannya supaya jelas dan nanti kalau memang harus dilaporkan, informasinya juga jelas. Tetapi ibunya mengatakan keluarga tidak mau karena anaknya dipukul dan mereka tidak terima,” tuturnya.

Sekolah juga menelusuri penyebaran video tersebut. Berdasarkan keterangan siswa, rekaman dibuat R menggunakan telepon seluler milik I. R berada di lokasi ketika kejadian berlangsung dan setelah merekam, video tersebut disebut diminta oleh N.

“R yang merekam. Dia menggunakan HP milik I karena dia tidak membawa HP. Setelah merekam, video itu diminta oleh N. Jadi bagian itu juga kami klarifikasi, bagaimana rekaman tersebut akhirnya bisa tersebar,” ujarnya.

Matahari mengatakan, empat siswa telah dimintai keterangan untuk mencocokkan informasi terkait awal persoalan hingga terjadinya pemukulan dan perekaman video.

“Empat siswa sudah kami panggil dan keterangannya kami cocokkan. Dari informasi awal sampai kejadian pemukulan dan video yang direkam, semuanya kami tanyakan,” pungkasnya. (sas/uno)

Editor : Nurismi
MTs Al Khairat perkelahian siswi