Awak Kapal di Pelabuhan Tengkayu I Tarakan Jalani Pemeriksaan Urine Jelang Hari Perhubungan

Nurismi • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 17:30 WIB
TES URINE: Awak kapal di Pelabuhan Tengkayu I Tarakan dilakukan tes urine, Rabu (16/9). (SEPTIAN ASMADI/HRK)
TES URINE: Awak kapal di Pelabuhan Tengkayu I Tarakan dilakukan tes urine, Rabu (16/9). (SEPTIAN ASMADI/HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA— Aktivitas pelayaran di Pelabuhan Tengkayu I Tarakan menjadi sasaran pemeriksaan urine narkotika menjelang rangkaian Hari Perhubungan Nasional 2026. 

Sebanyak 15 awak kapal dipilih secara acak untuk menjalani pemeriksaan BNNP Kalimantan Utara (Kaltara), dengan hasil seluruh sampel tidak terindikasi penyalahgunaan narkotika.

Ketua Tim Pemberdayaan Masyarakat BNNP Kaltara Joni Effendi, mengatakan pemeriksaan tersebut dilakukan setelah pihak UPT Pelabuhan Tengkayu I mengajukan permintaan deteksi dini kepada BNNP Kaltara.

“Dari UPT Pelabuhan beberapa hari yang lalu menyurati tim kami untuk melakukan deteksi dini terkait kegiatan Hari Perhubungan. Karena keterbatasan alat, hari ini kami mengambil sampling 15 orang dan alhamdulillah hasilnya tidak ada yang terindikasi penyalahgunaan narkoba,” ujar Joni, Rabu (16/9).

Pemilihan 15 awak kapal dilakukan secara acak oleh pihak pelabuhan. Selanjutnya, BNNP Kaltara melakukan pemeriksaan terhadap sampel yang telah ditentukan tersebut.

“Sampling-nya acak. Pengambilan sampling kita serahkan dari pihak pelabuhan. Jadi kami tinggal menerima 15 orang untuk diperiksa dan semuanya clear,” katanya.

Proses pemeriksaan turut disaksikan petugas KSKP dan mitra pelabuhan. Petugas BNNP juga memastikan sampel yang diperiksa sesuai dengan awak kapal yang menjalani tes.

Joni menyebut pemeriksaan serupa sebelumnya telah beberapa kali dilakukan di kawasan Pelabuhan Tengkayu I. Namun, jumlah pemeriksaan kali ini masih disesuaikan dengan ketersediaan alat yang dimiliki BNNP Kaltara.

Sementara itu, Kepala Seksi Operasional dan Pelayanan Kepelabuhanan, UPTD Pelabuhan Tengkayu I Tarakan Zainuddin, mengatakan pemeriksaan urine berkaitan dengan keselamatan pelayaran. Kondisi nahkoda dan awak kapal perlu dipastikan sebelum menjalankan pelayanan kepada penumpang.

“Ini menyangkut keselamatan. Secara acak kita mengadakan tes urine untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terhadap nahkoda dalam melayani penumpang. Jangan sampai ada nahkoda yang berlayar dalam kondisi yang bisa membahayakan keselamatan penumpang,” kata Zainuddin.

Menurutnya, pemeriksaan tersebut bukan dilaksanakan karena adanya temuan tertentu terhadap awak kapal. Tes dilakukan sebagai bagian dari deteksi dini di kawasan pelabuhan.

“Secara luas kami juga tidak bisa memastikan ada indikasi atau tidak. Ini langkah antisipasi. Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terhadap keselamatan penumpang. Khususnya nahkoda pembawa speedboat yang ada di Pelabuhan Tengkayu I yang akan menyeberang dan berlayar,” ujarnya.

Jumlah pemeriksaan masih terbatas karena harus menyesuaikan jadwal operasional kapal. Awak kapal, terutama ABK speedboat tetap harus menjalankan pelayanan sesuai jadwal keberangkatan.

“Sementara sifatnya masih terbatas. Ke depan mungkin kita tingkatkan lebih banyak lagi. Kita juga melihat waktu, situasi dan kondisi yang ada. Mereka harus segera melaksanakan kegiatannya, khususnya ABK speedboat. Kita tidak bisa menunda keberangkatan mereka. Jadi dalam waktu yang ada, kita acak dan panggil untuk melaksanakan tes urine. Alhamdulillah semua hasilnya clear,” jelasnya.

Pihak pelabuhan selanjutnya berencana memperluas sasaran pemeriksaan. Selain kru dan ABK kapal maupun speedboat, pemeriksaan dapat menyasar mitra lain yang beraktivitas di kawasan Pelabuhan Tengkayu I Tarakan.

“Ke depannya rencana kita, kru dan ABK per kapal atau per speedboat bisa kita periksa. Kalau perlu nanti mitra-mitra yang ada di sini juga kita sasar, termasuk buruh, rental, ojek dan lain sebagainya yang beraktivitas di pelabuhan ini,” katanya.

Zainuddin menambahkan, pemeriksaan kesehatan juga berkaitan dengan kesiapan awak kapal sebelum menjalankan tugas. Menurutnya, awak kapal seharusnya memenuhi prosedur kesehatan sebelum berlayar.

“Artinya, dia tidak akan berlayar sebelum prosedur itu dipenuhi. Pemeriksaan kesehatan sebenarnya juga seharusnya wajib dilaksanakan. Dalam kondisi seperti ini kita menyesuaikan juga,” tuturnya.

Apabila pada pemeriksaan berikutnya ditemukan hasil yang mengindikasikan penyalahgunaan narkotika. Pihak pelabuhan akan berkoordinasi dengan BNN untuk penanganan lebih lanjut.

Selain tes urine, rangkaian Hari Perhubungan Nasional di Pelabuhan Tengkayu I juga diisi simulasi penanganan kebakaran dan kecelakaan laut.

Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah instansi dan mitra kepelabuhanan di bawah koordinasi KSOP dan Dinas Perhubungan Provinsi Kaltara.

Agenda berikutnya berupa donor darah yang melibatkan mitra pelabuhan. Mulai dari buruh, pihak rental, koperasi, nahkoda speedboat hingga nahkoda kapal barang.

“Untuk donor darah, pesertanya juga dari mitra kita yang ada di sini. Ada buruh pelabuhan, pihak rental, orang-orang koperasi, kemudian nahkoda speedboat dan nahkoda kapal barang yang ada di Pelabuhan Tengkayu I,” tandasnya. (sas/uno)

Editor : Nurismi
tes urine speedboat Pelabuhan Tengkayu I Tarakan BNNP Kaltara