Tembus Rp2,1 Triliun, Misi Dagang Kaltara-Jatim Dorong Penambahan Armada Jalur Tol Laut

Nurismi • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 11:10 WIB
PERKENALKAN UMKM: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membeli produk UMKM asal Kaltara, Selasa (8/9). (SEPTIAN ASMADI/HRK)
PERKENALKAN UMKM: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membeli produk UMKM asal Kaltara, Selasa (8/9). (SEPTIAN ASMADI/HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Nilai transaksi perdagangan dalam Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur-Kalimantan Utara mencapai Rp 2,1 triliun hingga sekitar pukul 13.15 WIB, Selasa (8/9). 

Di tengah tingginya transaksi tersebut, konektivitas laut menjadi salah satu perhatian Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara untuk memperlancar arus barang antara kedua daerah.

Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang mengatakan jalur Tol Laut Tarakan-Surabaya yang saat ini telah beroperasi masih perlu diperkuat dengan penambahan armada. 

Menurutnya, semakin banyak armada yang tersedia akan semakin membuka ruang pertukaran produk Kaltara dan Jawa Timur.

“Untuk Tol Laut sudah jalan, tapi nanti kita berupaya untuk menambah armada lagi. Makin banyak armada, saya kira produk-produk Jawa Timur, produk Kaltara, kita saling bertukar melalui Tol Laut ini,” kata Zainal usai kegiatan Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur-Kalimantan Utara di Tarakan.

Penambahan armada tersebut berkaitan dengan kebutuhan distribusi sekaligus akses pasar bagi pelaku usaha. Produk Kaltara dapat dikirim ke Jawa Timur, sementara komoditas dari Jawa Timur memiliki jalur distribusi menuju Kaltara.

Zainal menyebut kerja sama perdagangan tidak hanya menjadi hubungan antarpemerintah. Pertemuan pelaku usaha dari kedua provinsi menjadi bagian penting, untuk melihat kebutuhan pasar serta potensi produk yang dapat dipertukarkan.

“Apa yang bisa kita bawa ke Jawa Timur dan apa yang Jawa Timur bisa bawa ke Kaltara. Ini yang terus kita laksanakan untuk kemajuan dua provinsi,” ujarnya.

Dalam misi dagang tersebut, Jawa Timur membawa puluhan pengusaha yang tergabung dalam berbagai unsur dunia usaha.

Di antaranya Kadin, HIPMI dan IWAPI. Kehadiran mereka mempertemukan pelaku usaha dengan mitra dari Kaltara untuk menjajaki kerja sama perdagangan.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, hubungan dagang kedua provinsi masih memiliki sejumlah sektor yang dapat dikembangkan.

Menurutnya, pemerintah memiliki keterbatasan dalam menyediakan modal maupun kemampuan manajerial bagi seluruh pelaku usaha. Sehingga akses antarpengusaha perlu diperluas.

“Provinsi tidak mungkin punya cukup kapasitas untuk memberikan seluruh capital, juga tidak mungkin punya cukup kapasitas untuk memberikan seluruh managerial skill. Kita bangun bagaimana accessibility antara pengusaha Jawa Timur dengan pengusaha dari provinsi mitra itu bisa terus kita bangun,” kata Khofifah.

Salah satu komoditas Kaltara yang mendapat perhatian adalah sarang burung walet. Khofifah menyebut pengalaman Jawa Timur membuka akses perdagangan melalui Hong Kong dapat dikaitkan dengan potensi walet di Kaltara.

Ia mengatakan akses tersebut sebelumnya cukup sulit untuk menjangkau pasar Korea Selatan, Jepang dan Tiongkok. Namun, dalam misi dagang Jawa Timur ke Hong Kong sekitar dua bulan lalu, akses perdagangan berhasil dibuka dalam jumlah signifikan.

“Jadi ini saya kira peluang yang bisa kita sambungkan dengan potensi walet yang ada di Kalimantan Utara,” ujarnya.

Selain walet, sejumlah produk Kaltara juga disebut telah mendapat permintaan dari pelaku usaha Jawa Timur. Di antaranya produk olahan daging unggas, karkas ayam, hasil perikanan hingga kayu bulat.

Khofifah menegaskan, hasil pertemuan bisnis tersebut perlu dilanjutkan melalui hubungan antarpelaku usaha.

Menurutnya, konektivitas perdagangan tidak berhenti pada agenda pertemuan, tetapi dapat membuka peluang kerja sama pada sektor lain.

“Konektivitas ini jangan dilihat hanya dari pertemuan hari ini. Ada sektor-sektor lain yang masih bisa kita kembangkan bersama,” katanya.

Dengan nilai transaksi yang telah mencapai Rp 2,1 triliun dan proses pertemuan bisnis yang masih berlangsung saat angka tersebut tercatat. Kerja sama perdagangan Jatim-Kaltara menjadi salah satu agenda ekonomi kedua daerah.

Khofifah berharap hubungan tersebut memberikan dampak lebih luas, mulai dari terbukanya lapangan kerja hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Harapan kita tentu pertumbuhan yang inklusif, kesejahteraan masyarakat meningkat, lapangan kerja terbuka lebih luas, dan kemiskinan bisa kita turunkan,” pungkasnya. (sas/uno)

Editor : Nurismi
jalur perdagangan tol laut pemprov jatim pemprov kaltara