HARIAN RAKYAT KALTARA — Pasangan yang membutuhkan layanan bayi tabung di Kalimantan Utara nantinya tidak perlu selalu mencari pelayanan di luar daerah.
RSUD dr H Jusuf SK Tarakan tengah menyiapkan fasilitas dan tenaga kesehatan untuk membuka layanan in vitro fertilization (IVF).
Plt Direktur RSUD dr H Jusuf SK, Budy Azis mengatakan pembukaan layanan tersebut masih membutuhkan sejumlah persiapan sebelum dapat diberikan kepada pasien.
Kesiapan fasilitas, sumber daya manusia hingga alur pelayanan menjadi bagian yang harus dipastikan terlebih dahulu.
“Untuk pengembangan layanan, kita harus melihat kesiapan fasilitasnya. Kemudian tenaga yang akan menangani juga harus dipersiapkan. Jadi tidak bisa langsung dibuka, semuanya harus disiapkan terlebih dahulu,” ujar Budy, Senin (7/9).
Menurutnya, pelayanan bayi tabung memiliki rangkaian pemeriksaan dan tindakan medis yang harus dijalani pasien. Karena itu, rumah sakit perlu memastikan setiap tahapan pelayanan dapat berjalan sesuai sistem yang telah dipersiapkan.
“Kita siapkan tempatnya, kemudian bagaimana nanti pelayanan itu berjalan. Tenaganya harus siap, fasilitasnya juga harus sesuai. Sehingga ketika pasien datang memang sudah ada sistem pelayanan yang bisa kita jalankan,” katanya.
Selain fasilitas dan tenaga medis, mekanisme pelayanan juga menjadi perhatian. Calon pasien nantinya perlu mendapatkan informasi mengenai tahapan pemeriksaan, tindakan medis hingga ketentuan pembiayaan sebelum mengikuti program.
Untuk pembiayaan, layanan IVF direncanakan masuk dalam skema layanan mandiri. Artinya, program tersebut belum termasuk dalam pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
“Kalau untuk layanan mandiri, tentu ada mekanisme pembiayaannya. Pasien nanti akan mendapatkan informasi mengenai layanan yang dipilih dan ketentuan pembiayaannya. Jadi semuanya harus jelas dari awal,” ujar Budy.
Pengembangan layanan ini nantinya membuka alternatif pelayanan reproduksi berbantu bagi masyarakat Kaltara di Tarakan.
Selama ini, masyarakat yang membutuhkan program bayi tabung dapat mempertimbangkan fasilitas kesehatan di luar daerah. Tentu berkaitan dengan rangkaian pemeriksaan dan perawatan yang harus dijalani.
Budy mengatakan pengembangan layanan di RSUD dr. H. Jusuf SK tetap harus dibarengi kesiapan seluruh komponen pendukung. Agar pelayanan dapat berjalan secara terarah ketika nantinya dibuka.
“Rumah sakit ini kan selalu berupaya untuk berinovasi. Jadi setiap pengembangan pelayanan itu kita lihat kebutuhannya. Kemudian kita siapkan apa yang diperlukan supaya ketika sudah berjalan, pelayanan kepada pasien juga bisa kita berikan dengan baik,” ujarnya.
Saat ini, rencana layanan bayi tabung masih dalam tahap persiapan. Fasilitas, tenaga kesehatan serta sistem pelayanan menjadi sejumlah komponen yang harus diselesaikan sebelum program IVF dapat diberikan kepada masyarakat.
“Harapannya masyarakat Kaltara yang membutuhkan layanan bayi tabung punya pilihan untuk mendapatkan pelayanan di sini. Kita persiapkan semuanya supaya nanti kalau sudah berjalan, pelayanan itu bisa diberikan dengan baik dan sesuai dengan standar yang dibutuhkan,” pungkasnya. (sas/uno)
Editor : Nurismi