Waspada Cuaca Kering Ekstrem, Warga Kaltara Diingatkan Bahaya Puntung Rokok Sembarangan

Nurismi • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 08:40 WIB
SEBABKAN KABUT: Petugas pemadam kebakaran berusaha menangani karhutla yang terjadi di Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan. (BPBD KALTARA)
SEBABKAN KABUT: Petugas pemadam kebakaran berusaha menangani karhutla yang terjadi di Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan. (BPBD KALTARA)

HARIAN RAKYAT KALTARA - Kondisi cuaca panas yang melanda Kalimantan Utara (Kaltara) membuat risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin tinggi. 

Masyarakat pun diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu munculnya api, terutama pembakaran sisa kebun dan limbah tanaman.

Ketua DPRD Kaltara Achmad Djufrie, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah kondisi cuaca yang panas. 

Menurutnya, kebiasaan membakar sisa kebun maupun tebangan tanaman dapat dengan cepat memicu kebakaran ketika kondisi lahan kering. 

“Kita minta masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam situasi panas. Terutama jangan membakar sisa kebun yang ada atau membuang puntung rokok sembarangan karena cepat menimbulkan api,” kata dia, Selasa (1/9). 

Ia secara khusus mengingatkan masyarakat yang memiliki lahan perkebunan agar tidak membakar sisa tebangan, termasuk sisa tanaman sawit.

Dalam kondisi cuaca seperti sekarang, api yang awalnya berasal dari pembakaran kecil dapat dengan mudah menjalar ke area lain. 

Kondisi suhu di wilayah Kaltara telah berada di atas 30 derajat Celsius. Situasi tersebut membuat masyarakat perlu lebih berhati-hati dalam melakukan kegiatan di lahan terbuka. 

Selain pembakaran lahan, ia juga meminta warga tidak membuang puntung rokok sembarangan. Bara kecil dari puntung rokok dapat menjadi sumber api ketika jatuh di kawasan yang kering dan mudah terbakar. 

“Pencegahan harus menjadi perhatian bersama karena penanganan kebakaran akan jauh lebih sulit apabila api sudah menyebar. Kesadaran masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam menekan munculnya titik api baru,” ungkapnya. 

Ia menilai upaya pemerintah dan petugas di lapangan dalam melakukan pemadaman akan menjadi kurang optimal. Apabila masih ada aktivitas masyarakat yang berpotensi memunculkan kebakaran baru. 

Karena itu, masyarakat diminta lebih memperhatikan kondisi lingkungan sebelum melakukan aktivitas yang menggunakan api. 

“Jika memang tidak diperlukan, pembakaran terbuka sebaiknya dihindari. Khususnya ketika cuaca sedang panas dan kering,” terangnya. 

Ia berharap imbauan tersebut dapat dipatuhi seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, menjaga wilayah dari ancaman karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun petugas pemadam. Tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat sejak tahap pencegahan. 

“Dalam kondisi seperti ini kita harus sama-sama berhati-hati,” tegasnya. 
Ia juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kebakaran, agar dapat ditangani sedini mungkin sebelum meluas. (fai/uno)

Editor : Nurismi
pembakaran limbah DPRD Kaltara kebakaran hutan