HARIAN RAKYAT KALTARA — Kabut asap yang menyelimuti wilayah perairan Tarakan menjadi perhatian dalam aktivitas pelayaran di Pelabuhan Tengkayu I Tarakan.
Kendati jarak pandang masih dinilai aman dan seluruh layanan speedboat reguler tetap berjalan normal. Nakhoda diminta meningkatkan kewaspadaan selama berada di perairan.
Kepala Pos Pelabuhan Tengkayu I Tarakan, Abdul Rahman, mengatakan terdapat lima hal yang perlu menjadi perhatian nakhoda ketika kondisi kabut mengganggu jarak pandang. Pengamatan visual dan pendengaran menjadi hal pertama yang harus ditingkatkan.
“Yang pertama itu, tingkatkan pengamatan visual dan pendengaran,” kata Abdul Rahman, Selasa (1/9).
Selain pengamatan, nakhoda diminta mengurangi kecepatan kapal hingga batas aman. Kecepatan harus disesuaikan dengan kondisi perairan, agar kapal tetap dapat dikendalikan dengan baik.
Penggunaan perangkat navigasi juga menjadi perhatian. Radar maupun peralatan navigasi lainnya dapat digunakan untuk mendeteksi keberadaan kapal lain, terutama ketika terjadi situasi berpapasan di perairan.
“Kurangi kecepatan kapal di batas aman agar dapat tetap dikendalikan dengan baik. Terus yang ketiga, gunakan radar atau alat navigasi yang lain untuk mendeteksi kapal-kapal pada saat passing,” jelasnya.
Abdul Rahman juga meminta nakhoda tidak memaksakan pelayaran apabila kondisi jarak pandang semakin memburuk. Keselamatan pelayaran menjadi pertimbangan utama sebelum kapal melanjutkan perjalanan.
“Jangan terlalu memaksakan, jangan mengambil risiko ketika memang tidak bisa melanjutkan pelayaran,” ujarnya.
Dalam kondisi kabut, nakhoda juga dapat menggunakan isyarat bunyi sesuai ketentuan keselamatan pelayaran. Langkah tersebut menjadi bagian dari cara memberikan tanda kepada kapal lain ketika jarak pandang terbatas.
Meski demikian, berdasarkan pemantauan di lapangan, kondisi pelayaran antarkabupaten masih berlangsung aman. Para nakhoda yang melintasi sejumlah rute melaporkan jarak pandang masih berada dalam kategori yang memungkinkan pelayaran.
“Sementara masih aman. Berarti kategori jarak pandang masih aman. Untuk wilayah speedboat antarkabupaten masih aman,” katanya.
Kondisi tersebut turut dipantau melalui laporan petugas di lapangan. Informasi mengenai cuaca dan kondisi asap juga diperbarui secara berkala melalui BMKG.
Sejauh ini, belum terdapat speedboat reguler yang menunda keberangkatan akibat kabut asap. Aktivitas embarkasi dan debarkasi di Pelabuhan Tengkayu I tetap berlangsung.
“Sejauh ini tidak ada speedboat reguler menunda keberangkatan. Belum ada penundaan,” ungkap Rahman.
Pada Selasa (1/9), tercatat sebanyak 46 speedboat melakukan aktivitas embarkasi dan debarkasi di Pelabuhan Tengkayu I Tarakan.
Selain jarak pandang, kondisi gelombang juga masih terpantau normal. Belum ada laporan dari nakhoda mengenai kondisi gelombang yang menghambat aktivitas pelayaran.
“Arus gelombangnya masih normal. Belum ada penyampaian juga bahwasannya cuaca ini. Belum ada. Masih posisi normal. Sementara kabut asap saja,” ujarnya.
Sebagai regulator, pihak pelabuhan tetap menyampaikan imbauan keselamatan kepada para nakhoda. Keputusan terkait kondisi aktual pelayaran di lapangan juga sangat bergantung pada pengamatan nakhoda yang menjalankan pelayaran.
Abdul Rahman mengatakan pihaknya terus mengingatkan nakhoda untuk mempertimbangkan keselamatan apabila kondisi berubah. Terlebih, informasi cuaca dari BMKG terus diperbarui setiap tiga jam.
“Setiap dari BMKG juga itu disampaikan per tiga jam untuk update kondisi cuaca juga asap itu melalui BMKG,” katanya. (sas/uno)
Editor : Nurismi