Minat Meningkat Pesat, Pengurusan SIM Online di Tarakan Capai Dua Puluh Persen

Nurismi • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:05 WIB
PERMOHONAN SIM: Sebagian warga Tarakan masih mengajukan permohonan SIM langsung ke Mako Polres Tarakan, Kamis (27/8). (SEPTIAN ASMADI/HRK)
PERMOHONAN SIM: Sebagian warga Tarakan masih mengajukan permohonan SIM langsung ke Mako Polres Tarakan, Kamis (27/8). (SEPTIAN ASMADI/HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Layanan Surat Izin Mengemudi (SIM) secara online mulai semakin banyak digunakan masyarakat Kota Tarakan. 

Satlantas Polres Tarakan mencatat, dari sebelumnya hanya sekitar satu dari 10 pemohon yang memilih layanan digital. Kini jumlahnya meningkat menjadi satu dari empat pemohon.

Kasat Lantas Polres Tarakan Iptu Ardi Wisnu Pradana mengatakan, peningkatan tersebut terlihat dalam pelayanan SIM belakangan ini. 

Masyarakat mulai memanfaatkan perangkat digital untuk mempermudah proses administrasi, terutama bagi pemohon yang melakukan perpanjangan.

“Alhamdulillah minat untuk pengajuan SIM secara online yang kita generasi kekinian sudah mulai aktif. Kita menggunakan gadget untuk mempermudah kepengurusan, khususnya di SIM,” ujar Ardi.

Ia menyebutkan, saat awal dirinya menjabat, pemohon yang menggunakan layanan online masih berada di kisaran 10 persen. Kini, proporsinya telah mencapai sekitar 25 persen.

“Kalau dibanding dengan sebelum-sebelumnya dari waktu saya menjabat, mungkin dari 1 dari 10 itu pasti online. Tapi untuk belakangan ini sudah ibaratkan ya 1 dari 4 itu pasti online, udah mulai meningkatlah,” katanya.

Menurut Ardi, layanan digital tersebut paling terasa manfaatnya pada proses perpanjangan SIM. Pemohon dapat memanfaatkan layanan online tanpa harus menjalani seluruh proses administrasi secara langsung seperti sebelumnya.

“Pengurusan perpanjangan, alhamdulillah dimudahkan dengan adanya SIM Online,” ungkapnya.

Meski pemanfaatan layanan digital meningkat, pemohon yang datang langsung ke pelayanan Satlantas masih lebih banyak. Karena itu, masyarakat tetap diberikan pilihan sesuai kebutuhan dalam mengurus SIM.

Ardi juga mengungkapkan adanya perbedaan jumlah pemohon berdasarkan waktu dalam satu bulan. Pada awal bulan, jumlah masyarakat yang mengajukan SIM cenderung lebih tinggi dibandingkan menjelang akhir bulan. 

Di tengah meningkatnya penggunaan layanan digital, Satlantas Polres Tarakan juga terus menyampaikan pemahaman mengenai fungsi SIM kepada masyarakat.

Dokumen tersebut tidak hanya berkaitan dengan administrasi berkendara. Tetapi menjadi tanda bahwa pemegangnya telah memenuhi kualifikasi untuk mengemudi.

“Kita masih gencarkan lagi untuk sosialisasi, edukasi kenapa sih seseorang harus memiliki SIM. Salah satunya sebagai tanda kualifikasi, kita bisa mengetahui orang memiliki SIM itu bisa atau mahir dalam berkeselamatan maupun memiliki pemahaman yang cukup untuk berkendara,” jelas Ardi. (sas/uno)

Editor : Nurismi
kepengurusan SIM Sim online Satlantas Polres Tarakan