Bakar Sampah Demi Usir Ular, Warga Juata Kerikil Tarakan Diperiksa Polisi

Nurismi • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 12:15 WIB
KEBAKARAN LAHAN: Tim gabungan usai memadamkan api yang membakar lahan di Kelurahan Juata Kerikil, Tarakan Utara, Selasa (25/8). (BPBD TARAKAN UNTUK HRK)
KEBAKARAN LAHAN: Tim gabungan usai memadamkan api yang membakar lahan di Kelurahan Juata Kerikil, Tarakan Utara, Selasa (25/8). (BPBD TARAKAN UNTUK HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA— Api yang bermula dari pembakaran sampah meluas hingga menghanguskan lahan lebih dari setengah hektare di Kelurahan Juata Kerikil, Kecamatan Tarakan Utara. Pemilik lahan berinisial AP kini dimintai klarifikasi polisi terkait kejadian tersebut.

Kapolres Tarakan AKBP Bonifasius Rumbewas melalui Kapolsek Tarakan Utara Iptu Ghazy Prima Daffa Ohoirat, mengatakan kebakaran bermula saat AP membersihkan lahan miliknya. Sejumlah pohon ditebang karena lokasi tersebut disebut kerap ditemukan ular.

Sampah hasil pembersihan kemudian dibakar. Meski api disebut telah diberi jarak dari area lainnya dan tetap diawasi, kobaran tiba-tiba merambat ke bagian lahan lain.

“Pengakuan awalnya memang karena ada ular, makanya dia potong pohon, bersihkan lahannya. Kemudian dia bakar sampah. Memang dia sudah kasih jarak, akan tetapi apinya tiba-tiba menyebar ke tempat lain dan mengarah ke lahan yang lain,” kata Ghazy, Rabu (26/8).

Kobaran hanya membakar area lahan milik AP dan berhasil dikendalikan sebelum meluas ke sisi lainnya. Polisi kemudian memanggil AP untuk dimintai keterangan dan berencana memediasi persoalan tersebut di tingkat kelurahan.

“Pokoknya kita panggil klarifikasi. Secepatnya kita mediasi di kelurahan,” ujarnya.

Kebakaran ini menjadi salah satu dari sekitar enam hingga tujuh titik yang ditangani Polsek Tarakan Utara sepanjang Agustus. Kondisi cuaca yang panas dan vegetasi mengering membuat api lebih cepat menjalar.

Ghazy meminta warga tidak menggunakan pembakaran sebagai metode membersihkan lahan. Menurutnya, pembersihan dapat dilakukan secara manual menggunakan parang, arit, celurit maupun mesin pemotong.

“Kalau pun buka lahan, janganlah dibakar. Maksudnya bisa dengan cara dipotong pakai senso, parang, celurit ataupun arit. Karena sering kali dibakar, hanya ditinggal beberapa menit, ditinggal makan atau minum, sudah meluasnya luas sekali,” tegasnya.

Polisi juga menyoroti kondisi geologi di sejumlah wilayah Tarakan Utara yang disebut memiliki kandungan batu bara pada lapisan tanah. Karena itu, kebakaran tidak hanya perlu dilihat dari kondisi permukaan.

“Tanah di bawah bagian Tarakan Utara ini ada yang memuat batu bara juga, seperti di Tarakan Timur. Jadi menyalakan batu bara yang di bawah juga. Kita tidak tahu struktur tanah seperti apa,” jelas Ghazy.

Ia mengingatkan warga agar tidak melakukan pembakaran sembarangan. Terutama di sekitar lahan milik orang lain maupun kawasan hutan lindung.

“Jadi minta tolong ke masyarakat agar tidak asal membakar lahannya. Kita tidak tahu, jangan sampai kanan kirinya lahan punya orang, apalagi sampai hutan lindung itu terbakar. Jangan sampai seperti itu,” tandasnya. (sas/uno)

Editor : Nurismi
lahan terbakar usir ular