HARIAN RAKYAT KALTARA - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Utara terus dilakukan oleh berbagai pihak.
Berdasarkan rekapitulasi sementara per 25 Agustus lalu, tercatat sebanyak 31 kali kegiatan pemadaman yang telah dilakukan di sejumlah wilayah.
Kepala Bidang Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Dinas Kehutanan Kaltara, Maryanto menerangkan, pemadaman tersebut tidak hanya melibatkan tim dari dinas.
Tetapi juga personel Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) yang turut turun langsung ke lapangan untuk menangani titik-titik kebakaran.
Dari hasil pendataan sementara, total luasan lahan yang telah terbakar dan berhasil dihimpun mencapai 157,51 hektare.
“Rinciannya, Kabupaten Bulungan menjadi wilayah dengan luasan terbesar. Yakni 131,89 hektare, disusul Tarakan 18,62 hektare, Tana Tidung 5,50 hektare, dan Malinau 1,50 hektare,” sebutnya, Rabu (26/8).
Di luar luasan tersebut, terdapat laporan tambahan dari sektor perusahaan. Salah satunya berasal dari PT Lentera Sawit Makmur (Lentsamur). Yang melaporkan kebakaran pada Minggu dengan luasan sekitar 45,04 hektare.
Selain itu, terdapat pula laporan dari PT KIPI dengan luasan yang masih bersifat sementara dan belum dapat dipastikan. Berdasarkan perkiraan awal, area yang terdampak kebakaran di kawasan tersebut mencapai sekitar 900 hektare.
“Dengan memasukkan data sementara dari berbagai laporan tersebut, total luasan karhutla yang terdata di Kalimantan Utara hingga saat ini diperkirakan mencapai 1.076,93 hektare,” jelasnya.
Namun begitu, angka tersebut masih dapat berubah seiring proses verifikasi dan pendataan di lapangan. Khususnya untuk laporan dari perusahaan, luasan yang disampaikan masih berupa perkiraan awal dan belum seluruhnya mendapatkan hasil pengukuran final.
“Pemerintah bersama KPH, tim pemadam, serta pihak perusahaan masih melakukan penanganan dan pemantauan terhadap lokasi-lokasi yang terdampak. Pembaruan data akan terus dilakukan untuk mendapatkan gambaran yang lebih akurat mengenai luasan karhutla di Kalimantan Utara,” tuturnya. (fai/uno)
Editor : Nurismi