Ditopang Belanja Pemerintah, Ekonomi Kaltara Triwulan II Tumbuh Dua Koma Lima Persen

Nurismi • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 11:45 WIB
DATA BPS: Konsumsi pemerintah menjadi komponen dengan pertumbuhan tertinggi pada triwulan II 2026. (HRK)
DATA BPS: Konsumsi pemerintah menjadi komponen dengan pertumbuhan tertinggi pada triwulan II 2026. (HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA - Ekonomi Kalimantan Utara (Kaltara) tumbuh 2,53 persen pada triwulan II 2026 dibandingkan triwulan sebelumnya. 

Dari sisi pengeluaran, peningkatan tersebut terutama ditopang lonjakan konsumsi pemerintah yang mencapai 27,19 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara Mustaqim mengatakan, pertumbuhan ekonomi berdasarkan komponen pengeluaran menunjukkan adanya peningkatan aktivitas pemerintah yang cukup signifikan sepanjang periode April-Juni 2026. 

“Konsumsi pemerintah menjadi komponen dengan pertumbuhan tertinggi pada triwulan II 2026. Kinerja tersebut menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi Kaltara secara kuartalan,” kata dia, Senin (24/8). 

Selain konsumsi pemerintah, ekspor barang dan jasa juga masih mencatat pertumbuhan meski relatif tipis, yakni sebesar 0,17 persen.

Pergerakan ekspor tetap menjadi bagian penting dalam struktur perekonomian Kaltara. Di sisi lain, sejumlah komponen pengeluaran mengalami kontraksi. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) turun 1,84 persen. 

“Penurunan juga terjadi pada Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) 1,08 persen serta Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PKRT) sebesar 0,03 persen,” sebut dia. 

Sementara itu, impor barang dan jasa yang menjadi faktor pengurang dalam penghitungan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mengalami kontraksi 0,85 persen.

Ia menjelaskan, struktur PDRB Kaltara berdasarkan pengeluaran pada triwulan II 2026 belum mengalami perubahan berarti. 

Perekonomian daerah masih didominasi ekspor barang dan jasa dengan kontribusi sebesar 102,82 persen. Posisi berikutnya ditempati PMTB dengan kontribusi 26,83 persen. Kemudian konsumsi rumah tangga sebesar 14,24 persen dan konsumsi pemerintah sebesar 7,17 persen. 

Komponen perubahan inventori menyumbang 1,45 persen, sedangkan konsumsi LNPRT berada pada angka 0,70 persen.

Adapun impor barang dan jasa memiliki peran sebesar 53,21 persen sebagai faktor pengurang dalam struktur PDRB. 

Data tersebut menunjukkan pertumbuhan ekonomi Kaltara pada triwulan II 2026 masih sangat dipengaruhi aktivitas ekspor.

Namun, peningkatan konsumsi pemerintah turut memberikan dorongan terhadap kinerja ekonomi secara kuartalan. 

“Kondisi ini menjadi gambaran bahwa pergerakan ekonomi Kaltara tidak hanya bergantung pada aktivitas masyarakat dan investasi. Tetapi juga dipengaruhi belanja pemerintah serta dinamika perdagangan barang dan jasa,” terangnya. 

Dengan pertumbuhan 2,53 persen secara kuartalan, kinerja ekonomi Kaltara pada triwulan II 2026 menunjukkan adanya penguatan dibandingkan periode sebelumnya. Meski sejumlah sektor pengeluaran masih mengalami tekanan. (fai/uno)

Editor : Nurismi
BPS Kaltara Ekonomi Kaltara