Tumbuh 4,96 Persen, BPS Kaltara Catat Pertumbuhan Positif Ekonomi Triwulan II 2026

Nurismi • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 07:30 WIB
EKONOMI TUMBUH: Sektor Indistri jadi penopang pertumbuhan ekonomi di Kaltara. (HRK)
EKONOMI TUMBUH: Sektor Indistri jadi penopang pertumbuhan ekonomi di Kaltara. (HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA – Perekonomian Kalimantan Utara (Kaltara) menunjukkan pertumbuhan positif pada triwulan II 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara mencatat ekonomi daerah tumbuh 4,96 persen secara tahunan (year-on-year/y-on-y) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala BPS Kaltara Mustaqim menyampaikan, pertumbuhan tersebut ditopang oleh sebagian besar lapangan usaha yang mencatat kinerja positif.

Industri pengolahan menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan cukup kuat, yakni mencapai 28,06 persen secara tahunan. Pertumbuhan tersebut juga terlihat pada lapangan usaha Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah,

“Limbah dan Daur Ulang yang tumbuh 34,34 persen. Sementara Pengadaan Listrik dan Gas mencatat lonjakan paling tinggi dengan pertumbuhan mencapai 190,26 persen,” terangnya, Jumat (21/8)

Di sektor perdagangan, lapangan usaha Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor tumbuh 8,68 persen. Adapun Pertanian, Kehutanan dan Perikanan tumbuh 3,29 persen.

Meski sebagian besar sektor mengalami pertumbuhan, tidak seluruh lapangan usaha mencatat kinerja positif. Pertambangan dan Penggalian yang selama ini menjadi salah satu penopang utama struktur ekonomi Kaltara justru mengalami kontraksi 1,96 persen dibandingkan triwulan II 2025.

“Kontraksi juga terjadi pada sektor Konstruksi sebesar 3,23 persen serta Transportasi dan Pergudangan sebesar 0,42 persen,” bebernya.

Jika dibandingkan dengan triwulan I 2026, ekonomi Kaltara pada triwulan II tumbuh 2,53 persen (q-to-q). Pertumbuhan tertinggi kembali dicatat Pengadaan Listrik dan Gas sebesar 182,66 persen, disusul Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang sebesar 33,62 persen, serta Industri Pengolahan sebesar 23,70 persen.

“Sementara itu, sektor pertambangan dan penggalian hanya tumbuh 0,19 persen secara q-to-q, menunjukkan pergerakan yang relatif terbatas dibandingkan sektor lainnya,” jelasnya.

Dari sisi struktur ekonomi, Pertambangan dan Penggalian masih menjadi lapangan usaha dengan kontribusi terbesar, yakni 26,21 persen terhadap PDRB Kaltara. Selanjutnya Pertanian, Kehutanan dan Perikanan sebesar 14,70 persen, Perdagangan Besar dan Eceran sebesar 14,19 persen, Konstruksi 12,38 persen, serta Industri Pengolahan 10,51 persen.

“Kelima sektor tersebut secara keseluruhan menyumbang lebih dari 75 persen terhadap total PDRB Kaltara. Data ini menunjukkan ekonomi Kaltara masih bertumpu pada sektor berbasis sumber daya alam, namun mulai mendapat dorongan kuat dari aktivitas industri pengolahan dan sektor pendukung lainnya,” pungkasnya. (fai/smi)

Editor : Nurismi
BPS Kaltara Ekonomi Kaltara