HARIAN RAKYAT KALTARA – Persiapan Kabupaten Malinau sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) II Kalimantan Utara terus dimatangkan.
Pemerintah Kabupaten Malinau memastikan sejumlah venue pertandingan yang telah tersedia mulai dibenahi, dengan target seluruh fasilitas siap digunakan sebelum pelaksanaan uji coba venue pada Oktober mendatang.
Porprov II Kaltara dijadwalkan berlangsung pada November 2026. Pemerintah Kabupaten Malinau bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Malinau saat ini tengah memfinalisasi kesiapan sarana pertandingan, sekaligus memetakan kebutuhan akomodasi, transportasi dan fasilitas pendukung lainnya.
Bupati Malinau Wempi Wellem Mawa mengatakan, koordinasi terkait kesiapan sebagai tuan rumah telah dilakukan bersama KONI Kaltara maupun Pemerintah Provinsi Kaltara.
Bahkan, Gubernur Kaltara sebelumnya secara khusus mengundang Pemerintah Kabupaten Malinau untuk membahas persiapan penyelenggaraan Porprov.
"Ketua KONI Kalimantan Utara sudah bertemu dengan saya. Beberapa waktu yang lalu Pak Gubernur Kaltara telah mengundang secara khusus Pemerintah Kabupaten Malinau," kata Wempi, Rabu (19/8).
Dalam pertemuan tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Malinau yang juga Ketua KONI Malinau hadir mewakili pemerintah daerah.
Salah satu pembahasan yang dilakukan yakni memastikan kondisi venue olahraga yang sudah tersedia maupun fasilitas yang masih dalam tahap penyelesaian.
Menurut Wempi, perkembangan persiapan juga telah terlihat dalam pelaksanaan Bupati Malinau Cup. KONI Malinau bersama jajaran dan panitia memanfaatkan kegiatan tersebut untuk melakukan koordinasi sekaligus melihat kesiapan sejumlah fasilitas olahraga yang nantinya berpotensi digunakan dalam Porprov.
"Prinsipnya Malinau sudah siap. Kalau pun ada hal-hal yang nanti dilengkapi atau mungkin dipoles-poles, itu kita berjalan. Karena beberapa bulan ke depan masih punya waktu untuk itu, untuk menunggu kegiatan Porprov II Kaltara pada November mendatang," ujarnya.
Wempi menyebut kebutuhan venue menjadi salah satu hal penting yang perlu segera dipastikan. Sebab, penetapan lokasi pertandingan akan berkaitan langsung dengan kebutuhan tempat tinggal kontingen, akomodasi, transportasi serta berbagai fasilitas pendukung selama penyelenggaraan Porprov.
Karena itu, Pemkab Malinau juga membutuhkan gambaran mengenai jumlah kabupaten dan kota yang akan berpartisipasi.
Data tersebut diperlukan untuk memperkirakan kebutuhan pelayanan terhadap atlet, ofisial dan kontingen yang datang ke Malinau.
"Karena kehadiran olahraga itu bukan hanya bicara tentang ruang prestasi bagi para atlet. Tapi kan memberi dampak ekonomi, membangun nilai sportivitas, persaudaraan. Dan ini efeknya luar biasa," ujarnya.
Ia bahkan melihat penyelenggaraan Porprov dapat dikembangkan sebagai bagian dari wisata olahraga. Kehadiran atlet, ofisial dan masyarakat dari berbagai daerah dinilai dapat membuka aktivitas ekonomi baru di tengah pelaksanaan kegiatan.
Wakil Sekretaris KONI Malinau, William Gerson, mengatakan perkembangan persiapan venue pertandingan mulai terlihat setelah sejumlah pekerjaan dilakukan sejak Juni hingga Juli 2026.
Menurut dia, beberapa fasilitas telah tersedia dan tinggal menjalani pembenahan. Salah satunya stadion yang saat ini masih dilakukan sejumlah pekerjaan untuk memastikan fasilitas pendukung dan akses keluar-masuk dapat digunakan dengan baik selama pertandingan maupun pembukaan Porprov.
"Kalau kami dari beberapa kegiatan bersama Pemerintah Kabupaten Malinau sudah melaksanakan kegiatan untuk persiapan Porprov. Sudah ber-progress semua, sudah jalan mulai dari bulan 6-7 tadi," kata William.
Ia mengatakan pembenahan juga mencakup fasilitas sanitasi serta akses keluar dan masuk kawasan stadion. Pekerjaan tersebut diarahkan untuk memastikan mobilitas peserta maupun masyarakat dapat berlangsung dengan nyaman dan aman.
Venue untuk cabang olahraga menembak juga disebut telah tersedia. Fasilitas tersebut dapat digunakan untuk nomor menembak jarak jauh maupun jarak pendek.
William mengatakan target dari KONI Malinau bersama perangkat daerah terkait, seluruh pekerjaan venue dapat diselesaikan pada September. Jika terdapat pekerjaan yang belum selesai, target maksimal penyelesaian berada pada awal Oktober.
Sejumlah cabang olahraga nantinya akan menggunakan fasilitas yang berada di kawasan perkotaan Malinau. Berdasarkan hasil pembahasan sementara, pertandingan diproyeksikan dipusatkan di wilayah kota untuk memudahkan pengaturan pelaksanaan dan mobilitas kontingen.
"Untuk melihat posisi dan kondisi di Malinau, kemungkinan besar kita tarik semua ke kota. Jadi kita akan memusatkan semua kegiatan olahraga di wilayah kota nanti," ungkap William.
Jumlah cabang olahraga yang akan dipertandingkan diperkirakan mencapai sekitar 50 cabang. Dengan jumlah tersebut, beberapa cabang olahraga berpotensi menggunakan venue yang sama sehingga pengaturan jadwal pertandingan menjadi bagian penting dalam persiapan selanjutnya.
William menyebut sebagian venue sudah dalam kondisi siap digunakan. Sementara beberapa fasilitas lainnya membutuhkan rehabilitasi dan perbaikan sebelum nantinya menjalani pengecekan serta uji coba.
"Yang lainnya hanya perlu perbaikan-perbaikan saja," katanya.
Salah satu fasilitas yang telah tersedia adalah venue voli pantai yang sebelumnya telah digunakan dalam kegiatan Bupati Malinau Cup. Sementara cabang olahraga panahan direncanakan menggunakan lokasi di kawasan Malinau Kota.
"Kalau untuk anggaran karena beberapa dinas, dari kami secara pribadi saya belum melihat beberapa angka yang jelas," ujarnya.
William memastikan Pemerintah Kabupaten Malinau memberikan dukungan terhadap persiapan venue maupun pelaksanaan pertandingan.
Pembenahan sejumlah fasilitas olahraga terus dilakukan agar seluruh cabang olahraga yang dijadwalkan bertanding di Malinau dapat menggunakan venue yang memenuhi kebutuhan pertandingan.(sas/smi)
Editor : Nurismi