Masih Kurang Empat Ruang Kelas, Pemprov Kaltara Upayakan Tambahan Fasilitas Belajar SMAN 2

Nurismi • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:20 WIB
DIBANGUN: Gubernur Kaltara melaksanakan peletakan batu pertama bangunan baru di SMA Negeri 2 Tanjung Selor. (FAISAL/HRK)
DIBANGUN: Gubernur Kaltara melaksanakan peletakan batu pertama bangunan baru di SMA Negeri 2 Tanjung Selor. (FAISAL/HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menambah fasilitas gedung di SMA Negeri 2 Tanjung Selor untuk mengatasi keterbatasan ruang belajar.

Penambahan sarana tersebut diharapkan membuat seluruh kegiatan belajar mengajar dapat dipusatkan di satu lokasi.

Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang mengatakan pembangunan dan revitalisasi fasilitas sekolah dilakukan berdasarkan kebutuhan yang ditemukan pemerintah daerah.

Saat ini, tiga ruang baru telah direvitalisasi untuk mendukung aktivitas pendidikan di SMA Negeri 2 Tanjung Selor.

Dengan bertambahnya fasilitas tersebut, pemerintah menargetkan kegiatan belajar mengajar tidak lagi dilakukan di lokasi terpisah.

Sebelumnya, sebagian siswa harus mengikuti pembelajaran di lokasi lain dan membutuhkan transportasi untuk berpindah dari sekolah utama.

“Setelah pembangunan revitalisasi tiga ruang kelas ini, semua kegiatan belajar mengajar dilaksanakan di lokasi ini. Tidak lagi siswa boleh balik ke lokasi yang lama,” bebernya, Rabu (19/8).

Sebelumnya, siswa yang mengikuti pembelajaran di lokasi berbeda harus menggunakan bus dengan waktu tempuh sekitar 15 menit.

Kondisi tersebut dinilai kurang ideal karena aktivitas belajar terbagi di dua tempat. Selain ruang kelas, bantuan revitalisasi juga mencakup beberapa fasilitas pendukung sekolah.

“Terdapat gedung perpustakaan, ruang komputer dan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), serta gedung administrasi,” terangnya.

Ia mengapresiasi dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan sarana pendidikan di Kaltara. Menurutnya, tambahan fasilitas tersebut menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi siswa.

Ia berharap dukungan serupa dapat kembali diperoleh pada tahun mendatang sehingga pembangunan sarana pendidikan di Kaltara dapat diperluas. Pemerintah provinsi masih mencatat adanya kebutuhan tambahan ruang belajar di sejumlah sekolah.

“Semoga tahun depan kita dapat lebih banyak bantuan untuk sektor pendidikan, untuk menambah lagi gedung-gedung tambahan di beberapa SMA maupun sekolah di Provinsi Kalimantan Utara,” ujarnya.

Meski telah mendapatkan tambahan fasilitas, SMA Negeri 2 Tanjung Selor masih membutuhkan sekitar empat ruang kelas.

Kekurangan tersebut membuat sebagian siswa masih harus menempati ruang belajar yang dipinjamkan atau menggunakan fasilitas sekolah lain.

Ia memastikan pemerintah daerah akan terus mencari solusi untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Pemprov Kaltara melalui perangkat daerah terkait akan mengupayakan tambahan bantuan pembangunan ruang kelas baru.

“Kita selalu berupaya melalui untuk bisa mendapatkan lagi bantuan ruang kelas baru di SMA Negeri 2 ini, sehingga tidak ada lagi anak-anak kita yang sekolah di tempat lain,” tegasnya.

Penambahan ruang belajar tersebut diharapkan dapat membuat seluruh siswa SMA Negeri 2 Tanjung Selor mengikuti pembelajaran dalam satu kawasan sekolah.

Dengan demikian, aktivitas pendidikan menjadi lebih efektif dan siswa tidak perlu lagi berpindah lokasi untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar. (fai/smi)

Editor : Nurismi
revitalisasi gedung sekolah pemprov kaltara