HARIAN RAKYAT KALTARA – Aktivitas yang diduga berkaitan dengan transaksi sabu kembali terpantau di kawasan Timbunan, Kelurahan Selumit Pantai, Tarakan Tengah.
Personel Satresnarkoba Polres Tarakan menemukan seorang warga yang diduga hendak membeli sabu saat patroli, namun transaksi tersebut belum sempat berlangsung.
Calon pembeli tersebut kemudian diperiksa dan digeledah petugas. Namun, polisi tidak menemukan barang bukti narkotika dari tangan yang bersangkutan.
Kapolres Tarakan AKBP Bonifasius Rumbewas melalui Kasat Resnarkoba Polres Tarakan IPTU Hendra Tri Susilo mengatakan, temuan tersebut menjadi bagian dari pemantauan terhadap kawasan yang dinilai rawan aktivitas peredaran narkotika.
“Saat anggota patroli di Selumit Timbunan, ditemukan seseorang yang diduga hendak membeli sabu. Transaksi belum sempat terjadi,” kata Hendra, Selasa (18/8).
Setelah tidak menemukan barang bukti dari calon pembeli, petugas kemudian melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap lokasi yang diduga digunakan sebagai titik transaksi narkotika.
Polisi kembali menelusuri lokasi tersebut untuk memastikan tidak ada barang yang disembunyikan di sekitar tempat kejadian.
“Calon pembeli kemudian kami periksa dan geledah, tetapi tidak ditemukan barang bukti sabu. Informasi yang kami dapat tetap kami dalami dan lokasinya juga kami bongkar kembali untuk memastikan tidak ada barang yang disembunyikan di tempat tersebut,” ujar Hendra.
Kawasan Selumit Pantai menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian Satresnarkoba Polres Tarakan. Pemantauan dilakukan menyusul masih ditemukannya aktivitas yang diduga berkaitan dengan peredaran narkotika di sejumlah titik.
Patroli dilakukan secara rutin untuk mengawasi lokasi-lokasi yang dinilai rawan. Dalam pelaksanaannya, Satresnarkoba Polres Tarakan juga berkoordinasi dengan Ditresnarkoba Polda Kaltara.
Hendra mengatakan patroli tersebut menjadi bagian dari langkah kepolisian mempersempit ruang gerak pelaku peredaran narkotika. Petugas tidak hanya mengandalkan laporan masyarakat, tetapi juga melakukan pemantauan langsung ke lapangan.
“Kami tetap melakukan patroli hampir setiap hari bersama Ditresnarkoba Polda Kaltara. Lokasi-lokasi yang dianggap rawan terus kami pantau, termasuk yang ada di wilayah Selumit Pantai. Jadi bukan hanya menunggu ada laporan, tetapi anggota memang rutin turun ke lapangan,” jelasnya.
Menurut Hendra, pemantauan di lapangan juga diperlukan untuk memetakan lokasi yang diduga menjadi titik peredaran narkotika.
Informasi tersebut kemudian dapat menjadi bahan bagi kepolisian untuk melakukan pendalaman lebih lanjut.
Ia meminta masyarakat tidak terlibat dalam aktivitas narkotika, baik sebagai pengguna maupun pembeli. Warga juga diminta segera menyampaikan informasi kepada kepolisian apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan di lingkungan tempat tinggal.
“Jangan sampai masyarakat ikut terlibat, baik sebagai pengguna maupun pembeli. Kalau mengetahui ada transaksi narkotika di sekitar tempat tinggal, segera informasikan kepada kepolisian supaya bisa kami tindak lanjuti,” pesan Hendra.(sas/smi)
Editor : Nurismi