Suhu Udara Tembus 35 Derajat Celsius, BMKG Imbau Warga Bulungan Waspadai Dehidrasi

Nurismi • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 10:20 WIB
WASPADA: Suhu udara di Tanjung Selor tercatat mencapai lebih dari 35 derajat Celsius. (FAISAL/HRK)
WASPADA: Suhu udara di Tanjung Selor tercatat mencapai lebih dari 35 derajat Celsius. (FAISAL/HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA – Masyarakat Kabupaten Bulungan diminta mewaspadai cuaca panas yang melanda dalam beberapa hari terakhir.

Suhu udara di Tanjung Selor tercatat mencapai lebih dari 35 derajat Celsius dan membuat wilayah tersebut beberapa kali masuk dalam daftar daerah dengan suhu tertinggi di Indonesia.

Forecaster BMKG Tanjung Harapan, Kabupaten Bulungan, Agus, mengatakan temperatur di Tanjung Selor saat ini tergolong tinggi. Rata-rata suhu harian berada di kisaran 34 hingga 35 derajat Celsius.

“Kalau untuk Bulungan cukup panas. Rata-rata sekarang di atas 34 sampai 35 derajat dan itu cukup ekstrem,” kata Agus, Senin (17/8).

Menurut dia, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat, terutama saat melakukan aktivitas di luar ruangan. Paparan panas dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko dehidrasi dan membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan.

“Masyarakat disarankan mengatur aktivitas, terutama pada saat suhu berada di titik tertinggi. Asupan cairan juga perlu diperhatikan untuk menjaga kondisi tubuh selama cuaca panas berlangsung,” ujarnya.

Agus menjelaskan, kondisi cuaca di Tanjung Selor memiliki karakter berbeda dengan sejumlah wilayah pesisir seperti Tarakan dan Nunukan. Suhu di kawasan pesisir cenderung tidak setinggi yang dirasakan di wilayah daratan Bulungan.

Cuaca panas juga berkaitan dengan kondisi lingkungan. Minimnya hujan dalam beberapa waktu terakhir membuat kelembapan udara menurun. Kondisi tersebut menyebabkan permukaan tanah dan vegetasi menjadi lebih kering.

“Ketika hujan jarang turun dan kelembapan rendah, permukaan tanah serta vegetasi menjadi lebih kering,” jelasnya.

Kondisi lahan yang kering turut meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Api dapat lebih mudah menyebar apabila mengenai vegetasi kering, terlebih jika disertai embusan angin.

Karena itu, masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan secara terbuka. Aktivitas yang melibatkan api juga perlu dilakukan dengan penuh kewaspadaan agar tidak memicu kebakaran.

“Selain suhu udara, BMKG juga terus memantau perubahan arah dan kecepatan angin yang dapat memengaruhi kondisi cuaca maupun penyebaran asap,” bebernya.

Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan informasi cuaca. Perubahan atmosfer dapat berlangsung cepat sehingga perkembangan prakiraan perlu menjadi pertimbangan sebelum menjalankan aktivitas.

“Informasi prakiraan cuaca perlu menjadi salah satu pertimbangan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” pungkasnya. (fai/smi)

Editor : Nurismi
BMKG Tanjung Harapan cuaca ekstrem