Gudang Sembako di Tarakan Terbakar Hebat, Puluhan Personel Damkar Berjibaku Jinakkan Api

Nurismi • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 10:00 WIB
PEMADAMAN: Petugas PMK Tarakan melakukan pendinginan usai kebakaran melahap gudang sembako, Senin (17/8).(SEPTIAN ASMADI/HRK)
PEMADAMAN: Petugas PMK Tarakan melakukan pendinginan usai kebakaran melahap gudang sembako, Senin (17/8).(SEPTIAN ASMADI/HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA – Gudang sembako milik Toko Sinar Terang Baru di Jalan Bom Panjang, Kelurahan Pamusian, Tarakan, Senin (17/8) sore nyaris ludes dilahap si jago merah.

Bangunan berukuran sekitar 20 x 30 meter berdampingan dengan fasilitas Pertamina membuat penanganan melibatkan pemadam dari kedua sisi. 

Api pertama kali dilaporkan melalui call center 21113 di Mako Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Tarakan sekitar pukul 16.32 WITA. Petugas langsung bergerak dan tiba di lokasi sekitar delapan menit kemudian.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran, Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kota Tarakan, Eko Supriyatnoko, mengatakan proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam, mulai pukul 16.40 hingga 17.40 WITA.

Setelah api utama berhasil dikendalikan, petugas masih melanjutkan pendinginan untuk memastikan tidak terdapat bara maupun titik panas di dalam bangunan.

“Begitu laporan masuk, dari Mako langsung bergerak. Kami tiba sekitar pukul 16.40 WITA dan langsung melakukan pemadaman,” kata Eko di lokasi kejadian.

Gudang milik Tedi Sunardi tersebut digunakan untuk menyimpan berbagai kebutuhan pokok dan barang rumah tangga.

Di dalam bangunan terdapat bahan makanan, kacang-kacangan, minyak goreng, air mineral hingga sejumlah kebutuhan rumah tangga lainnya.

Banyaknya material yang mudah terbakar membuat kepulan asap di dalam gudang cukup pekat. Kondisi tersebut menyulitkan petugas ketika melakukan penanganan dari bagian dalam bangunan.

Menurut Eko, jarak pandang petugas menjadi terbatas akibat asap yang pekat dan terasa pedih ketika mengenai mata. Untuk memasuki bagian tertentu, dua personel yang bertugas sebagai nozzleman dilengkapi peralatan oksigen.

“Asapnya sangat pekat dan pedas ketika terkena mata. Karena kondisi di dalam cukup berat, dua nozzleman kami lengkapi dengan oksigen,” ujarnya.

Penanganan kebakaran juga berlangsung di tengah kepadatan lalu lintas di sekitar Jalan Bom Panjang. Akses menuju lokasi cukup ramai sehingga personel kepolisian turut membantu mengatur kendaraan dan masyarakat agar proses pemadaman tidak terganggu.

Pengerahan personel dilakukan secara gabungan. Damkar Kota Tarakan mengerahkan unit fire dari Mako dan sektor Barat.

Sementara Pertamina yang memiliki fasilitas tepat di bagian belakang gudang turut mengirimkan satu unit fire untuk membantu pemadaman dari sisi belakang.

Total sekitar 60 personel Damkar Kota Tarakan dan Pertamina diterjunkan ke lokasi, ikut terlibat dalam penanganan.

Suplai air selama pemadaman berasal dari sejumlah unit Damkar, PDAM, serta tandon air yang berada di kawasan Toko Sinar Terang Baru. Keberadaan tandon tersebut membantu menjaga ketersediaan air selama proses pemadaman.

“Keberadaan tandon itu sangat membantu. Kapasitasnya hampir 50 ton, walaupun saat kejadian isinya tidak sampai separuh,” jelas Eko.

Posisi gudang yang berbatasan langsung dengan fasilitas Pertamina menjadi salah satu perhatian dalam penanganan. Pemadaman kemudian dilakukan dari beberapa sisi untuk mencegah api merambat ke area di belakang gudang.

“Posisinya berdampingan dengan fasilitas Pertamina. Teman-teman Pertamina membantu dari belakang, sementara kita melakukan pemadaman dari sisi depan dan samping. Alhamdulillah api bisa kita lokalisir, sehingga mes pekerja di belakang tetap aman,” tuturnya.

Tidak ada laporan mengenai ledakan selama proses pemadaman. Namun, kondisi bangunan mengalami kerusakan berat.

Sebagian besar barang yang tersimpan di dalam gudang turut terbakar, termasuk tumpukan air mineral yang berada di dalam bangunan.

“Kalau boleh dibilang, barang yang ada di dalam hampir habis. Struktur bangunannya juga sudah cukup parah sehingga perlu dibongkar ulang,” kata Eko.

Setelah api berhasil dilokalisir, petugas melanjutkan proses pendinginan hingga petang. Tahapan ini dilakukan untuk memastikan tidak ada bara maupun titik panas yang berpotensi memunculkan kembali api.

Mengenai penyebab kebakaran, Damkar belum dapat memastikan sumber api. Dugaan terkait gangguan kelistrikan maupun faktor lainnya masih menunggu hasil penyelidikan. Eko menegaskan penentuan penyebab kebakaran menjadi kewenangan pihak kepolisian.

“Penyebabnya masih dalam penyelidikan. Untuk memastikan penyebabnya nanti menjadi kewenangan pihak kepolisian,” ujarnya.(sas/smi)

Editor : Nurismi
gudang sembako kebakaran