Viral di Medsos, Arena Sabung Ayam di Tarakan Mendadak Sepi Saat Digerebek

Nurismi • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 09:50 WIB
DISEGEL: Tim gabungan melakukan segel di arena judi sabung ayam di dua lokasi, Minggu (16/8). (SEPTIAN ASMADI/HRK)
DISEGEL: Tim gabungan melakukan segel di arena judi sabung ayam di dua lokasi, Minggu (16/8). (SEPTIAN ASMADI/HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA – Dua lokasi yang diduga menjadi arena sabung ayam di Kota Tarakan mendadak sepi saat didatangi polisi, Minggu (16/8). 

Padahal, aktivitas di salah satu lokasi sebelumnya sempat terekam dalam video dan beredar di media sosial. Penertiban dilakukan di kawasan Binalatung, Kelurahan Pantai Amal, Tarakan Timur, serta Juata Laut, Kecamatan Tarakan Utara. 

Polisi tidak menemukan aktivitas sabung ayam maupun perjudian ketika tiba di kedua lokasi tersebut. Kabag Ops Polres Tarakan AKP Ngatno Karyanto mengatakan, penertiban dilakukan setelah adanya perintah dari Kapolda Kalimantan Utara untuk menghentikan aktivitas sabung ayam yang mengarah pada perjudian. 

"Ini tindak lanjut dari perintah langsung Bapak Kapolda untuk melakukan penertiban sabung ayam. Jadi selain informasi yang viral, memang ada atensi untuk memastikan kegiatan seperti ini tidak berlangsung lagi,” kata Ngatno. 

Menurut dia, kondisi kedua lokasi menunjukkan aktivitas sabung ayam sudah tidak berlangsung ketika petugas datang.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh polisi di lapangan, kegiatan tersebut diperkirakan telah berhenti sekitar dua pekan. 

"Saat kami datang, tidak ada kegiatan sabung ayam. Dari kondisi di lapangan dan keterangan yang kami dapatkan, kurang lebih sudah dua minggu tidak ada aktivitas,” ujarnya. 

Kondisi tersebut berbeda dengan rekaman video yang sebelumnya beredar di media sosial. Dalam video tersebut terlihat aktivitas yang cukup ramai dan diduga berlangsung di lokasi yang menjadi sasaran penertiban.

Polisi menduga informasi mengenai penertiban telah lebih dahulu diketahui oleh pihak-pihak yang biasa beraktivitas di lokasi tersebut. 

"Kemungkinan besar ada kebocoran setelah kegiatan ini viral di media sosial. Jadi ketika anggota turun, kondisinya sudah kosong,” ungkap Ngatno. 

Meski tidak menemukan aktivitas perjudian, petugas tetap melakukan tindakan di kedua lokasi. Polisi memberikan sosialisasi kepada masyarakat dan memasang garis polisi pada area yang diduga digunakan sebagai arena sabung ayam. 

"Kami sampaikan kepada masyarakat bahwa kegiatan sabung ayam yang mengarah pada perjudian itu melanggar hukum. Karena itu jangan dilakukan lagi," tegasnya. 

Dalam penertiban tersebut, petugas juga menemukan seorang penjual yang berada di sekitar lokasi. Polisi menyebut orang tersebut merupakan warga yang berdomisili di kawasan tersebut dan baru datang dari Sulawesi. 

Namun, berdasarkan keterangan yang diperoleh petugas, orang tersebut bukan pelaku perjudian. Polisi juga tidak menemukan aktivitas sabung ayam ketika penertiban berlangsung. 

Garis polisi kemudian dipasang di lokasi yang diduga menjadi arena. Pemasangan tersebut menjadi penanda bahwa area tersebut telah ditertibkan dan tidak diperbolehkan kembali digunakan untuk kegiatan serupa. 

"Police line sudah kami pasang. Artinya lokasi itu sudah kami lakukan penyegelan dan tidak boleh ada aktivitas seperti sebelumnya," jelas Ngatno.

Polres Tarakan juga akan melakukan pemantauan terhadap dua lokasi tersebut secara berkala. Pengawasan dijadwalkan dilakukan sedikitnya satu kali dalam sepekan untuk memastikan tidak ada aktivitas yang kembali berlangsung. 

"Minimal seminggu sekali akan kami pantau. Jangan sampai kegiatan seperti ini muncul lagi dan masyarakat kembali resah,” katanya.

Ngatno menegaskan, apabila polisi kembali menemukan aktivitas sabung ayam yang mengarah pada perjudian, tindakan hukum akan dilakukan. Hal serupa berlaku bagi pihak yang mencoba merusak atau memutus garis polisi yang telah dipasang petugas. 

"Kalau nanti ditemukan kegiatan lagi, apalagi ada yang berani merusak atau memutus police line, kami akan lakukan penegakan hukum,” tegasnya. 

Penertiban di dua lokasi tersebut melibatkan personel Polres Tarakan bersama unsur TNI. Kolaborasi TNI dan Polri juga akan dilanjutkan dalam kegiatan pemantauan di sejumlah lokasi yang sebelumnya diduga menjadi tempat berlangsungnya sabung ayam. 

"Kami tidak sendiri. Penertiban ini juga dibantu rekan-rekan TNI. Jadi kolaborasi TNI dan Polri akan terus dilakukan untuk memastikan kegiatan seperti ini tidak terulang,” pungkas Ngatno. (sas/uno)

Editor : Nurismi
arena sabung ayam polres tarakan binalatung