HARIAN RAKYAT KALTARA – Kinerja ekspor Kalimantan Utara (Kaltara) menunjukkan penguatan sepanjang Januari–Juni 2026.
Nilai ekspor asli Kaltara mencapai USD 856,97 juta, meningkat 27,79 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya USD 670,59 juta.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara Mustaqim mengatakan, peningkatan tersebut terutama ditopang oleh ekspor nonmigas yang mencapai USD 851,24 juta.
Nilainya tumbuh 27,49 persen dibanding Januari–Juni 2025 yang berada di angka USD 667,71 juta. Jika dilihat berdasarkan sektor, hasil industri menjadi penyumbang pertumbuhan paling signifikan.
"Nilai ekspor sektor tersebut mencapai USD 329,17 juta. Melonjak 62,58 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD 202,47 juta," sebut dia, Jumat (14/8) lalu.
Sektor pertambangan juga mencatat pertumbuhan positif. Ekspor hasil tambang sepanjang Januari–Juni 2026 mencapai USD 499,92 juta atau naik 14 persen dari USD 438,54 juta pada periode yang sama 2025.
Peningkatan ekspor ini menunjukkan adanya penguatan pada sejumlah sektor. Terutama hasil industri dan pertambangan," kata Mustaqim.
Namun, tidak seluruh sektor mengalami pertumbuhan. Ekspor hasil pertanian justru mengalami penurunan 17,05 persen, dari USD 26,70 juta menjadi USD 22,15 juta.
Sementara itu, ekspor migas mencatat nilai USD 5,72 juta sepanjang Januari–Juni 2026.
"Angka tersebut meningkat 98,53 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mencapai USD2,88 juta,” ungkapnya.
Bila dilihat berdasarkan ekspor melalui pelabuhan di Kaltara, nilai ekspor pada periode Januari–Juni 2026 tercatat USD 831,34 juta, naik 22,62 persen dibandingkan periode yang sama 2025 sebesar USD 677,97 juta.
"Kenaikan tersebut juga tercermin pada capaian Juni 2026. Nilai ekspor melalui pelabuhan di Kaltara mencapai USD 256,10 juta, melonjak 133,65 persen dibanding Juni 2025 yang sebesar USD 109,61 juta," terangnya.
Ia menjelaskan, sebagian komoditas asal Kaltara masih diekspor melalui pelabuhan di luar provinsi. Sepanjang Januari–Juni 2026, ekspor asli Kaltara yang dikirim melalui pelabuhan di luar daerah mencapai USD 77,34 juta.
Pengiriman terbesar dilakukan melalui pelabuhan di Jawa Timur dengan nilai USD 69,99 juta.
"Selain Jawa Timur, ekspor juga dilakukan melalui pelabuhan Sulawesi Selatan sebesar USD 6,30 juta dan DKI Jakarta sebesar USD 1,01 juta,” jelasnya.
Data tersebut menunjukkan geliat perdagangan luar negeri Kaltara tidak hanya bergantung pada aktivitas pelabuhan di dalam provinsi. Sejumlah komoditas asal daerah masih menggunakan fasilitas pelabuhan di wilayah lain sebelum masuk ke pasar ekspor. (fai/uno)
Editor : Nurismi