Investasi Tembus Rp 140 Triliun, Kawasan Industri Tanah Kuning Pacu Ekonomi Kaltara

Nurismi • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:00 WIB
Wagub Kaltara, Ingkong Ala. (HRK)
Wagub Kaltara, Ingkong Ala. (HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA - Pengembangan Kawasan Industri Tanah Kuning di Kabupaten Bulungan, diproyeksikan menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi Kalimantan Utara dalam beberapa tahun mendatang. 

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara optimistis investasi yang terus mengalir ke kawasan tersebut, akan memberikan dampak luas terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. 

Wakil Gubernur Kaltara Ingkong Ala menyebut, nilai investasi yang telah masuk ke kawasan industri mencapai sekitar Rp 140 triliun.

Angka tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan investor terhadap potensi Kaltara sebagai kawasan industri baru di Indonesia. 

Menurutnya, keberadaan kawasan industri tidak hanya menghadirkan investasi berskala besar. Tetapi juga menciptakan efek berganda terhadap berbagai sektor ekonomi. 

“Aktivitas pembangunan dan operasional industri diperkirakan akan meningkatkan kebutuhan tenaga kerja, jasa konstruksi, transportasi, perdagangan, hingga sektor usaha mikro,” jelasnya, Kamis (13/8) lalu. 

Ia menjelaskan, manfaat investasi tidak hanya dirasakan pemerintah melalui peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Tetapi juga memberikan peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan berbagai usaha pendukung.

Kehadiran industri akan mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi baru yang tersebar di berbagai wilayah. 

“Perkembangan tersebut mulai terlihat di Kabupaten Bulungan. Seiring berjalannya pembangunan kawasan industri, aktivitas ekonomi masyarakat mengalami peningkatan. Baik melalui munculnya peluang usaha maupun bertambahnya kebutuhan tenaga kerja lokal,” jelasnya. 

Pemerintah daerah berharap perkembangan kawasan industri dapat berjalan, seiring dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Dengan tenaga kerja yang kompeten, masyarakat lokal diharapkan mampu mengisi berbagai peluang kerja yang tersedia. Sehingga manfaat investasi dapat dirasakan secara lebih merata. 

Selain itu, pemerintah terus berupaya membangun sinergi antara kawasan industri dengan sektor UMKM. Agar pelaku usaha lokal dapat menjadi bagian dari rantai pasok industri. Langkah ini dinilai penting untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. 

“Kontribusinya sudah mulai terlihat, terutama di Bulungan. Ke depan dampaknya akan semakin besar. Baik terhadap PAD maupun kesempatan kerja bagi masyarakat,” ujarnya.

Melalui dukungan investasi, pengembangan industri, serta keterlibatan masyarakat lokal, Pemprov Kaltara optimistis kawasan industri Tanah Kuning akan menjadi salah satu penggerak utama ekonomi daerah. Sekaligus memperkuat daya saing Kalimantan Utara di tingkat nasional. (fai/uno)

Editor : Nurismi
Tanah Kuning pemprov kaltara