HARIAN RAKYAT KALTARA - Keluhan datang dari warga di Jalan Teratai, Pasir Putih, Kelurahan Karang Anyar, Tarakan Barat. Sudah setahun lebih mereka menyuarakan masalah voltase listrik yang tidak stabil dan sering turun naik.
Menurut Rudi, peralatan/alat dari pihak PLN sebenarnya sudah berada di lokasi. Namun hingga saat ini belum kunjung dipasang untuk menaikkan voltase listrik di kawasan tersebut.
Padahal, daya listrik yang terpasang mencapai 35 Ampere, tetapi saat menyalakan 2 AC saja. Tegangan langsung naik-turun sehingga AC tidak terasa dingin.
“Kami mengira AC rusak dan terlanjur membeli yang baru, padahal kendalanya tegangan listrik,” keluhnya, Kamis (13/8).
Meski kewajiban pembayaran listrik selalu tepat waktu dan tidak pernah terlambat. Warga mengaku sudah 4 kali membuat laporan namun belum mendapatkan tanggapan maupun penanganan yang jelas.
“Harapan saya PLN Tarakan dapat segera merealisasikan pemasangan alat tersebut. Agar kualitas aliran listrik kembali normal dan barang-barang elektronik warga tidak rentan rusak,” harap Rudi.
Manager PLN ULP Tarakan, Ghusaebi mengatakan, telah menerima informasi mengenai kondisi kelistrikan di kawasan tersebut.
PLN saat ini menelusuri data pengaduan yang tercatat melalui kanal layanan resmi. Untuk mengetahui kapan laporan pertama diterima serta tindak lanjut yang telah dilakukan.
“PLN telah menerima informasi dan masukan dari pelanggan terkait kondisi tegangan listrik di wilayah Jalan Teratai, Pasir Putih. Saat ini kami masih melakukan penelusuran terhadap data pengaduan yang tercatat pada kanal layanan resmi PLN. Untuk memastikan waktu penerimaan laporan pertama serta riwayat tindak lanjut yang telah dilakukan,” ujar Ghusaebi.
Dari evaluasi awal, kondisi tegangan di kawasan tersebut berkaitan dengan meningkatnya kebutuhan listrik seiring pertumbuhan pelanggan.
Bertambahnya beban pada jaringan membuat sistem distribusi perlu dievaluasi, untuk menjaga kualitas pasokan listrik yang diterima pelanggan.
Menurut Ghusaebi, kondisi tegangan tidak hanya dipengaruhi kapasitas daya yang terpasang pada pelanggan. Kualitas tegangan juga berkaitan dengan kondisi jaringan distribusi dan karakteristik beban listrik di suatu wilayah.
“Karena itu, kami masih melakukan pengukuran dan evaluasi teknis di lapangan sebelum menentukan bentuk penanganan yang diperlukan,” katanya.
Kondisi tegangan tersebut turut berkaitan dengan kinerja peralatan listrik milik pelanggan. Ghusaebi menjelaskan, kapasitas daya pelanggan dan kualitas tegangan merupakan dua hal yang berbeda.
Pelanggan dengan daya 35 Ampere, misalnya, memiliki batas maksimum penggunaan listrik tertentu pada instalasinya.
Namun, daya tersebut tidak secara otomatis menunjukkan bahwa tegangan yang diterima peralatan selalu berada pada kondisi yang sesuai.
“Daya pelanggan menunjukkan batas maksimum penggunaan listrik yang tersedia di instalasi pelanggan. Sedangkan tegangan merupakan parameter kualitas pasokan listrik yang diterima. Kinerja peralatan listrik, termasuk AC, dipengaruhi oleh kesesuaian tegangan yang diterima dengan spesifikasi operasional peralatan tersebut,” katanya.
Sementara itu, informasi warga mengenai adanya peralatan yang disebut berfungsi menstabilkan tegangan dan telah berada di lokasi selama lebih dari satu tahun. Tetapi belum dipasang, belum dapat dipastikan PLN.
Ghusaebi mengatakan, informasi tersebut masih diverifikasi, termasuk jenis peralatan, status penggunaannya hingga keterkaitannya dengan rencana penguatan sistem kelistrikan di kawasan Jalan Teratai.
“PLN perlu memastikan terlebih dahulu jenis peralatan, status penggunaannya, serta keterkaitannya dengan rencana penguatan sistem di lokasi tersebut. Kami memilih untuk menyampaikan informasi setelah seluruh data dan fakta teknis terkonfirmasi, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat,” ujarnya.
Dengan proses verifikasi yang masih berlangsung, PLN belum menetapkan jadwal pemasangan maupun memastikan unit yang akan mengerjakan pekerjaan tersebut. Penentuan dilakukan setelah kebutuhan teknis dan rencana pekerjaan berdasarkan hasil evaluasi lapangan diketahui.
Penguatan jaringan di kawasan Pasir Putih nantinya akan didahului sejumlah tahapan. Di antaranya survei lapangan, pengukuran kondisi teknis jaringan, penentuan titik pengembangan jaringan serta koordinasi terkait kebutuhan perizinan dan pelaksanaan pekerjaan.
Di sisi lain, PLN juga masih menelusuri informasi mengenai warga yang mengaku telah menyampaikan keluhan hingga empat kali. Riwayat laporan akan dicocokkan dengan data pengaduan yang masuk melalui kanal resmi PLN.
Menurut Ghusaebi, persoalan tegangan tidak selalu dapat ditangani melalui perbaikan gangguan sesaat. Apabila persoalan berkaitan dengan kemampuan jaringan dalam memenuhi kebutuhan beban, diperlukan kajian lebih lanjut untuk menentukan bentuk penguatan.
“Tak seluruh permasalahan tegangan dapat diselesaikan melalui penanganan gangguan sesaat. Dalam beberapa kasus, diperlukan evaluasi teknis yang lebih mendalam untuk menentukan kebutuhan penguatan jaringan. Sehingga solusi yang diberikan dapat bersifat menyeluruh dan berkelanjutan,” kata Ghusaebi.
Untuk penanganan jangka panjang, sejumlah opsi dapat dipertimbangkan berdasarkan hasil kajian teknis. Di antaranya pengembangan jaringan tegangan rendah, perubahan konfigurasi jaringan hingga penambahan kapasitas transformator.
Namun, PLN belum menetapkan bentuk penguatan yang akan diterapkan di Jalan Teratai. Keputusan tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan teknis di lapangan.
“Untuk lokasi Pasir Putih, kebutuhan penanganan akan ditetapkan berdasarkan hasil evaluasi teknis. Sehingga solusi yang diterapkan benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan,” pungkasnya. (sas/uno)
Editor : Nurismi