Fasilitasi Ruang Belajar Perempuan Pesisir, Inaya Kayan Indonesia Gelar Diskusi Kampung

Nurismi • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 15:35 WIB
SOSIAL: Masyarakat kampung baru, khususnya ibu rumah tangga dan anak muda belajar memahami kondisi di sekitarnya.
SOSIAL: Masyarakat kampung baru, khususnya ibu rumah tangga dan anak muda belajar memahami kondisi di sekitarnya.

HARIAN RAKYAT KALTARA - Perubahan yang terjadi begitu cepat di kawasan pesisir Kampung Baru dan Tanah Kuning mendorong perempuan setempat untuk mulai lebih memahami kondisi yang mereka hadapi.

Melalui diskusi kampung yang difasilitasi Inaya Kayan Indonesia, puluhan ibu rumah tangga dan anak muda diajak mengenali berbagai perubahan sosial, ekonomi, hingga lingkungan yang terjadi di wilayah mereka. 

Kegiatan yang berlangsung dengan metode sederhana itu memberikan ruang bagi peserta untuk menceritakan pengalaman mereka sendiri.

Mulai dari usaha kecil yang semakin sepi, sulitnya lapangan pekerjaan bagi perempuan lokal, hingga perubahan kualitas lingkungan yang mereka rasakan dalam beberapa tahun terakhir. 

Koordinator Inaya Kayan Indonesia, Meta, menjelaskan, peningkatan pengetahuan masyarakat, khususnya perempuan, menjadi langkah awal agar mereka mampu memahami situasi yang sedang berlangsung sebelum mengambil keputusan atau menyampaikan aspirasi.

“ini ruang sederhana untuk berbagi cerita dan pengetahuan tentang banyak hal, dan tentu saja tentang perempuan itu sendiri,“ ujarnya. 

Dalam diskusi, peserta juga belajar menghubungkan pengalaman sehari-hari dengan perubahan yang lebih luas, seperti perkembangan kawasan industri di sekitar desa.

Cara ini membantu perempuan melihat bahwa persoalan yang mereka hadapi bukan hanya pengalaman individu, melainkan bagian dari perubahan sosial yang perlu dipahami bersama. 

Salah satu peserta, Bia mengatakan, kesempatan tersebut menjadi sarana saling berbagi informasi dan pengatahuan, dan itu dibituhakan, karena selama ini belum pernah ada.

“Khusus bagi kami di kampung, apalagi perempuan jarang mendapatkan informasi ataupun pengetahuan, bahkan itu terkait kampung sendiri. Pada kesempatan diskusi inilah kami bisa saling berbagi dan tentunya mendapat pengetahuan baru,“ katanya

Inaya Kayan Indonesia menilai ruang belajar seperti ini penting karena perempuan merupakan kelompok yang paling dekat dengan urusan rumah tangga, kesehatan keluarga, hingga pengelolaan ekonomi.

 Ketika pengetahuan meningkat, mereka memiliki bekal yang lebih baik untuk menentukan langkah dan ikut terlibat dalam pembangunan desa. (*)

Editor : Nurismi
Inaya Kayan ibu rumah tangga