Tingkatkan Daya Saing Produk Lokal, Pemprov Kaltara Dorong UMKM Go Digital

Nurismi • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:45 WIB
NAIK KELAS: Pemprov Kaltara mendorong UMKM naik kelas melalui Pelatihan Konten dan Digital Marketing. (DKISP KALTARA)
NAIK KELAS: Pemprov Kaltara mendorong UMKM naik kelas melalui Pelatihan Konten dan Digital Marketing. (DKISP KALTARA)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing usaha. 

Dorongan tersebut disampaikan Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Kaltara, H. Muhammad Rosyit, S.IP., M.M., yang mewakili Gubernur Kaltara saat membuka Pelatihan Konten dan Digital Marketing bagi Pelaku UMKM Kaltara di Aula FKUB Kementerian Agama Kabupaten Bulungan, Rabu (12/8). 

Rosyit mengatakan UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian daerah, membuka lapangan kerja, dan memperkuat ekonomi keluarga.

Karena itu, kemampuan pelaku usaha dalam memasarkan produk harus terus ditingkatkan mengikuti perubahan perilaku konsumen. 

“Persaingan sekarang tidak hanya terjadi di pasar sekitar kita, tetapi juga di ruang digital. Jadi, produk yang bagus harus dibarengi kemampuan memperkenalkannya kepada konsumen yang lebih luas,” ujarnya. 

Ia menjelaskan, Kaltara memiliki banyak produk potensial. Mulai dari kuliner, hasil pertanian, perkebunan, perikanan, hingga kerajinan khas daerah.

Potensi itu perlu dikemas dan dipromosikan dengan baik agar mampu menjangkau pasar nasional maupun internasional. 

Melalui pelatihan tersebut, pelaku UMKM didorong tidak hanya fokus menjual produk. Tetapi juga membangun merek, menceritakan keunggulan produk, dan membuat konten yang menarik serta memiliki nilai ekonomi. 

“Jangan hanya menunggu konsumen datang. Jemput konsumen melalui ruang digital dan bangun kepercayaan melalui konten yang dibuat,” tegasnya. 

Pemprov Kaltara juga mengapresiasi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kaltara yang menginisiasi kegiatan pemberdayaan tersebut.

Kolaborasi pemerintah, dunia usaha, lembaga zakat, komunitas dan praktisi digital dinilai penting untuk membangun ekosistem UMKM yang mandiri dan berdaya saing. 

Rosyit berharap peserta tidak berhenti pada pemahaman teori. Tetapi langsung mempraktikkan materi yang diperoleh, konsisten membuat konten. Serta membangun jejaring dengan sesama pelaku UMKM. 

Dengan penguatan kapasitas tersebut, UMKM Kaltara diharapkan semakin percaya diri, kreatif, adaptif dan mampu naik kelas. Sekaligus memanfaatkan peluang pasar yang semakin terbuka melalui platform digital. (dkisp)

Editor : Nurismi
umkm digital pemprov kaltara