Titik Panas Muncul di Kaltara, Pemprov Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana

Nurismi • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 10:30 WIB
SIAGA DARURAT: BPBD meminta masyarakat yang hendak membuka lahan berkoordinasi terlebih dahulu dengan pemerintah desa. (BPBD KALTARA)
SIAGA DARURAT: BPBD meminta masyarakat yang hendak membuka lahan berkoordinasi terlebih dahulu dengan pemerintah desa. (BPBD KALTARA)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) memperketat kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) setelah sejumlah titik panas mulai terpantau di beberapa wilayah. 

Kondisi cuaca panas yang berlangsung dalam sepekan terakhir turut meningkatkan risiko kebakaran. Terutama pada lahan yang dibuka dengan cara dibakar.

Kewaspadaan itu diperkuat dengan penetapan status siaga darurat bencana hidrometeorologi melalui Keputusan Gubernur Kaltara Nomor 100.3.3.1-61 Tahun 2026 tentang Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi Tahun 2026. 

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltara Rony Haryanto, mengatakan status tersebut menjadi langkah awal pemerintah dalam meningkatkan kesiapsiagaan sebelum kondisi berkembang menjadi tanggap darurat. 

“Keadaan darurat itu ada versinya BNPB. Pertama siaga darurat. Kalau sudah aktivitas dengan intensitas tinggi, baru bisa mengeluarkan tanggap darurat. Kita masih di siaga darurat,” ujarnya, Selasa (11/8). 

Menurutnya, kondisi cuaca panas yang terjadi sekitar tujuh hingga 10 hari terakhir perlu menjadi perhatian. Risiko semakin besar apabila masyarakat melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar tanpa pengawasan.

BPBD meminta masyarakat yang hendak membuka lahan berkoordinasi terlebih dahulu dengan pemerintah desa. 

“Selain mencegah pembakaran tidak terkendali, koordinasi tersebut diperlukan agar aktivitas di lapangan dapat diketahui dan segera ditangani jika api meluas. Jangan membakar sembarangan. Kalau ada kejadian, bisa cepat diinformasikan,” katanya. 

Sejumlah titik panas kini menjadi perhatian BPBD. Wilayah yang terpantau antara lain Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, serta Sebatik dan Sembakung di Kabupaten Nunukan.

Sementara di Kabupaten Malinau, titik panas terpantau di Malinau Selatan, Sungai Tubu, Bahau Ulu, Pujungan, Kayan Ulu, Sungai Boh dan Kayan Hilir. 

“Kami masih merekapitulasi luasan lahan yang terdampak. Dari pemantauan sementara, luasan pada sejumlah titik berkisar dua hingga empat hectare. Bahkan terdapat lokasi yang mencapai sekitar lima hektare,” sebutnya. 

Meski demikian, ia mengingatkan data hotspot dari satelit tidak selalu menggambarkan kondisi terkini di lapangan. Sistem membutuhkan waktu untuk menangkap dan membaca titik panas. Sehingga terdapat kemungkinan kebakaran telah terjadi sebelum terdeteksi aplikasi. 

“Biasanya empat sampai enam jam, karena satelit yang melihat. Jadi ada titik-titik hotspot yang memang harus kami tinjau,” ungkapnya. 

Kondisi serupa, pernah ditemukan di kawasan Tanjung Agung. Kebakaran telah terlihat secara langsung, namun belum tercatat sebagai hotspot pada sistem pemantauan satelit. 

Karena itu, BPBD tidak hanya mengandalkan data satelit. Laporan masyarakat dan pemerintah desa menjadi sumber informasi penting, untuk mempercepat verifikasi dan penanganan titik api. 

“Kami juga mendorong pemerintah kabupaten dan kota menetapkan status siaga darurat sesuai kondisi wilayah masing-masing. Penguatan komunikasi hingga tingkat desa dinilai penting, agar setiap laporan kebakaran dapat segera diteruskan kepada petugas,” jelasnya. 

Apabila ditemukan titik api yang berpotensi meluas, penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan BPBD kabupaten/kota, TNI-Polri, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), Manggala Agni, Dinas Pekerjaan Umum dan instansi terkait lainnya. (fai/uno) 

Titik hotspot di wilayah Bulungan: 

1. Koordinat : (117.47659 2.58548)
Waktu : 2026-08-11 00:29:59 WIB
Kepercayaan : Medium
Satelit : Noaa20/VIIRS
Lokasi : Kalimantan Utara, Bulungan, Tanjung Palas Timur 

2. Koordinat : (117.44848 2.62101)
Waktu : 2026-08-11 00:11:29 WIB
Kepercayaan : Medium
Satelit : Snpp/VIIRS
Lokasi : Kalimantan Utara, Bulungan, Tanjung Palas Timur 

3. Koordinat : (117.43663 2.6124)
Waktu : 2026-08-11 00:29:59 WIB
Kepercayaan : Medium
Satelit : Noaa20/VIIRS
Lokasi : Kalimantan Utara, Bulungan, Tanjung Palas Timur 
4. Koordinat : (117.44601 2.62475)
Waktu : 2026-08-11 00:29:59 WIB
Kepercayaan : Medium
Satelit : Noaa20/VIIRS
Lokasi : Kalimantan Utara, Bulungan, Tanjung Palas Timur

 

Editor : Nurismi
siaga darurat bencana karhutla pemprov kaltara